Jika Mendapat Kepuasan dari Mengupil
BAGI sebagian orang, mengupil menjadi keasyikan bahkan membuat ketagihan. Kadang, mengupil bukan karena ada kotoran di dalam hidung, tapi karena sudah kebiasaan.
Mengupil atau mengeluarkan sisa-sisa kotoran yang tersaring oleh rambut di hidung menggunakan jari, memang merupakan teknik yang sering digunakan dan praktis. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa cara ini bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Mengupil bukanlah kebiasaan orang modern, karena ternyata mengupil sudah ada sejak zaman Romawi kuno. Hal itu bisa diketahui dari lembaran papyrus yang mencatat apa yang terjadi pada zaman Romawi Kuno. Dari lembaran papyrus itu diketahui, pada tahun 1330 SM, seorang Raja Firaun bernama Raja Tutankhamen memiliki pelayan khusus yang bertugas mengambil kotoran hidung sang raja. Pelayanan ini mendapat imbalan 3 ekor kepala ternak untuk tugasnya itu.
Dr. Adithia Naga Perkasa dalam klikdokter.com mengatakan, kebiasaan mengupil memiliki banyak efek samping. Mulai dari mimisan, infeksi, sampai gangguan psikiatri. Beberapa dampak buruk dari mengupil, adalah:
Luka dan Infeksi
Secara anatomis di dalam rongga hidung terdapat banyak sekali pembuluh darah, namun sayangnya pembuluh ini mudah sekali terluka terutama karena gesekan ketika mengupil, terutama ketika kulit rongga hidung kering. Jari yang masuk dapat menyebabkan pembuluh darah yang ada di hidung terluka (mimisan) dan memberi peluang bagi masuknya kuman sehingga dapat menyebabkan infeksi. Belum lagi jika jari dalam kondisi kotor atau mengandung bakteri dan virus yang berbahaya. Proses infeksi akan mudah terjadi lebih jauh akan muncul peradangan.
Faktor lainnya adalah mengupil terlalu keras dapat merontokkan bulu hidung. Seperti yang kita tahu, bulu hidung memiliki fungsi alami yang luar biasa dalam menahan debu dan polutan udara ke saluran pernapasan. Sementara jika kita tidak memiliki bulu hidung yang cukup, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi yang namanya infeksi saluran pernafasan dan penyakit lainnya.
Rhinotillexomania
Di dunia psikiatri dikenal istilah rhinotillexomania yang merupakan gangguan pada seseorang yang menikmati kepuasan jika mengupil. Ada atau tidak ada kotoran di hidung, orang-orang penderita gangguan ini, tetap akan mengupil karena dari kebiasaan itu secara psikologis memperoleh kepuasan.
Mereka tidak sekadar membersihkan sisa-sisa kotoran di hidung, tetapi lebih pada kepuasan. Kebiasaan inilah yang disebut rhinotillexomania.* Ati - kisuta.com


