Sejoli TKI Itu Dihadiahi Resepsi Pernikahan Meriah dan Mobil Mewah
KISAH sedih buruh migran asal Indonesia sering sekali terdengar. Umumnya mereka menjadi korban penyiksaan dan pelecehan seksual di negara tempat mereka bekerja.
Terakhir kisah sedih buruh migran Indonesia datang dari Hongkong. Erwiana Sulistyaningsih, tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia asal Ngawi, Jawa Timur pulang ke Tanah Air dalam kondisi mengenaskan. Selain tak bisa jalan, tubuh gadis berusia 17 tahun inipun penuh luka akibat disiksa oleh majikannya, Law Wan Tung.
Memang tak selalu kisah sedih yang kita dengar dari para buruh migran tersebut, ada juga kisah bahagia walaupun sedikit. Di antara sedikit kisah bahagia yang dialami oleh buruh migran Indonesia, terselip kisah Solikin Abu Ahmed. Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi ini sangat beruntung karena mempunyai majikan yang sangat memanusiakan dirinya.
Dikutip dari VIVAnews, laman Arab News memberitakan tentang seorang pengusaha Arab Saudi, Rashid Al-Shallash yang membiayai pernikahan sopir pribadinya yang berasal dari Indonesia, Solikin Abu Ahmed. Tak hanya itu, Al-Shallash juga memberikan hadiah berupa mobil serta membayar di muka selama satu tahun gaji Solikin dan istrinya yang juga bekerja sebagai pramuwisma di kediaman Al-Shallash.
Pernikahan Solikin benar-benar dilangsungkan secara meriah, lengkap dengan ritual Saudi. Al-Shallash pun mengundang orang-orang penting dan ulama di Kota Buraidah. Tak ketinggalan teman-temannya sesama pebisnis diundangnya untuk menghadiri pesta pernikahan sang sopir.
Rekan bisnis Al-Shallash, Akbar Batcha yang memuji kedermawanan Al-Shallash mengaku, selama 27 tahun hidupnya di Saudi, baru sekarang melihat peristiwa yang sangat menginspirasi. “Sebenarnya masih banyak lagi warga Saudi yang dermawan seperti Al-Shallash. Sayangnya, kelakuan buruk sekelompok warga Saudi yang kerap menjadi tajuk pemberitaan berbagai media," kata dia.
Pujian juga datang dari ulama terkenal Salman Al-Oudah yang menilai tindakan Al-Shallash merupakan bentuk perjuangan melawan aksi rasis yang pernah dilakukan oleh sebagian kaum Saudi terhadap pekerja asing. Al-Oudah bahkan turut mendorong semua warga Saudi agar bersikap layak dan sopan terhadap pekerja asing yang bekerja dengan mereka, khususnya pramuwisma.
Dekan Kampus College of Business di kota Rabigh, Abdelelah Saaty pun menyambut positif dengan apa yang dilakukan Al-Shallash. “Inilah yang seharusnya kami lakukan ketika berhadapan dengan pekerja asing. Inilah yang kami pelajari dari Islam. Semua kaum Saudi harus memperlakukan semua orang asing, termasuk mereka yang bukan Muslim secara baik dan sopan. Kami memiliki beberapa contoh dari cara hidup dan pengajaran Nabi Muhammad SAW," ujar Saaty.* Ati - kisuta.com


