Bekerja Malam Rentan Terkena Serangan Jantung, Diabetes dan Obesitas
BAGI Anda yang harus bekerja pada malam hari, berhati-hatilah dengan rutinitas ini, karena ternyata bekerja pada malam hari bisa menyebabkan kekacauan dan bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh jangka panjang.
Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences baru-baru ini menerbitkan hasil penelitian para ilmuwan di Sleep Research Centre atau Pusat Riset Tidur di Surrey, Inggris yang menyebutkan bahwa kerja malam mempunyai risiko lebih tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2, serangan jantung, dan kanker. Para ilmuwan itu menemukan bahwa kerja pada giliran malam menyebabkan gangguan pada tingkat molekuler terdalam tubuh manusia.
Mereka terkejut dengan besarnya skala, kecepatan dan tingkat parahnya kerusakan tubuh yang disebabkan akibat terjaga di malam hari. Menurut mereka, tubuh manusia memiliki ritme alami sendiri dan jam tubuh dirancang untuk tidur di malam hari dan aktif di siang hari. Ritme ini memiliki efek mendalam pada tubuh, mengubah segala sesuatu dari hormon dan suhu tubuh termasuk untuk kemampuan atletik, suasana hati dan fungsi otak manusia.
Bagi mereka yang bekerja malam hari, ritme itu menjadi terbalik. Saat malam hari mereka bekerja, sementara pada siang hari mereka tidur. Kekacauan inilah yang memicu munculnya penyakit-penyakit yang disebutkan di awal tulisan.
Para peneliti dari Pusat Riset Tidur yang melakukan survey kepada 22 orang pekerja malam, menemukan bahwa bekerja malam hari membuat irama organ-organ tubuh tidak sinkron.
"Lebih dari 97% irama gen menjadi tidak sinkron akibat tidur tidak tepat waktu. Temuan ini dianggap benar-benar menjelaskan mengapa manusia merasa begitu buruk sewaktu mengalami jet lag, atau jika kita harus bekerja shift yang tidak teratur," kata Dr. Simon Archer, salah seorang peneliti di University of Surrey.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pekerja yang tidur terlalu sedikit pada waktu yang salah, berisiko menderita diabetes tipe 2, obesitas, dan serangan jantung.* Ati - kisuta.com


