Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Meniru Adegan Film, Bocah 8 Tahun Gantung Diri Hingga Tewas

Sabtu, 25 Januari 2014

HATI-HATI dengan tayangan televisi yang berisi aksi kekerasan. Peringatan ini sudah seharusnya diperhatikan, karena pengaruh televisi terutama di kalangan anak-anak sangat kuat. Tayangan televisi bisa mempengaruhi perilaku anak, termasuk perilaku negatif yang seharusnya tidak ditiru.

Di California, Amerika Serikat, baru-baru ini, seorang bocah berusia 8 tahun tewas setelah ditemukan gantung diri di kamar tidur orangtuanya. Julianni Plascencia ditemukan dengan scraf melingkar di lehernya dan ujung scraf terikat pada pegangan pintu.

Dilansir news.com.au, 25 Januari 2014, aksi gantung diri bocah laki-laki itu, diduga mengikuti salah satu adegan yang dilihatnya dari film. Orangtua Jullianni menuturkan, sebelum kejadian bocah tersebut memberitahu kakak laki-lakinya bahwa dia akan gantung diri. Karena dianggap hanya bercanda dan sedang main-main, sang kakak tidak menanggapinya. Jullianni hanya diingatkan supaya tidak main-main dengan kalimat itu.

Namun sang kakak menganggapnya tidak serius dan memperingatkannya agar tidak bercanda seperti itu. Beberapa waktu kemudian, Jullianni tidak terlihat di sekitar tempat mereka bermain. Sang kakak tak mendengar suara adiknya yang sebelumnya asyik bermain. Khawatir adiknya terjatuh atau bermain ke luar rumah, sang kakak mencari Jullianni di sekitar rumah hingga sampai ke kamar tidur orangtua mereka.

Alangkah terkejutnya sang kakak saat menemukan adiknya terkapar di lantai dengan kondisi sesak nafas. Jullianni langsung dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawanya tak bisa diselamatkan, ia meninggal di rumah sakit dalam pelukan ayahnya, Ronnie Plascencia.

Ronnie meyakini bahwa putranya mungkin mengikuti salah satu adegan yang ditontonnya dari televisi atau film saat insiden terjadi. Ronnie memposting foto dirinya tengah memeluk putranya untuk terakhir kali. "Saya mengusap kepalanya, menciumnya, memegang tangannya ... Dan memang tiba saatnya bagi dia untuk pergi ke surga," katanya sedih.

Apa yang terjadi pada Jullianni Plascencia harus menjadi pelajaran bagi para orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya, terutama yang masih di bawah umur saat mereka menonton televisi. Dampingi mereka dan berikan pemahaman untuk setiap tayangan, sehingga mereka mempunyai informasi yang cukup tentang baik dan buruk sebuah tayangan.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya