Cinta dalam Seonggok Kotoran Sapi
CINTA memang buta. Cinta pun penuh pengorbanan. Tak percaya? Tengok apa yang terjadi pada Adriana Pearl. Gara-gara cintanya dengan seorang pemuda India, kehidupan wanita asal California, Amerika Serikat ini berubah 360 derajat.
Adriana Pearl yang terbiasa hidup mewah, tiba-tiba harus hidup di perkampungan miskin di India. Kebiasannya berpesta dan bersenang-senang seketika hilang. Wanita 41 tahun ini meninggalkan kehidupannya yang nyaman dan penuh kesenangan, untuk hidup di Desa Haryana, India yang miskin.
Seperti dilansir Daily Mail, 28 Januari 2014, Adriana berkenalan dengan seorang pemuda India bernama Mukesh Kumar yang baru berusia 25 tahun. Meski bertemu di jejaring sosial, Facebook, namun mereka benar-benar saling jatuh cinta. Pasangan dunia maya ini akhirnya memutuskan untuk menikah pada bulan November 2013 lalu.
Adriana Pearl rela terbang ke India, tak hanya untuk menikah, tetapi juga tinggal di negara ini setelah menikah dengan pemuda desa yang belum pernah ditemuinya secara langsung itu.
Setelah menikah, Adriana dan suaminya tinggal satu rumah bersama ibu mertuanya, Bimla Devi yang sudah berusia 70 tahun. Ibu mertuanya yang mengajarkannya bagaimana cara mengerjakan pekerjaan rumah yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya. Adriana harus menyapu dan membersihkan rumah, memasak, hingga membuat bio gas atau bahan bakar dari kotoran sapi. Kehidupan yang jelas berbeda sekali dengan yang pernah dilakoninya di California.
Adriana yang terbiasa hidup penuh fasilitas di California, harus terbiasa hidup dengan fasilitas yang begitu minim. Untuk urusan mandi misalnya, Adriana harus mau mandi di kamar mandi umum yang hanya ada satu di Desa Haryana.
“Tidak ada toilet di dalam rumah, tidak ada pancuran air untuk mandi. Tempat untuk mandi hanya menggunakan ember di dalam ruangan sebesar lemari dengan sebuah lubang di lantai," ujarnya.
Awalnya Adriana mengalami gegar budaya, namun hal itu tak berlangsung lama karena Adriana terus berusaha membaur dengan kehidupan warga setempat. Saat ini wanita yang sudah mempunyai seorang putri berusia 25 tahun di Amerika Serikat, ini sudah terbiasa dengan kehidupan di tempat tinggal suaminya. Adriana Pearl sudah terbiasa melihat sapi berkeliaran di halaman rumahnya dan juga memasak dengan kompor yang ada di luar rumah.
Adiana mengakui jika yang dilakukannya akan membuat keluarga dan teman-temannya di California, menganggapnya gila. “Awalnya memang butuh perjuangan berat, tapi dengan segera Anda menyadari bahwa Anda tidak butuh toilet yang bagus atau pancuran untuk bisa bahagia. Saya menyukai kehidupan saya di sini dengan Mukesh, saya tidak akan menukarnya dengan apapun di dunia," ujarnya dengan raut wajah bahagia.
Kisah Adriana Pearl bisa menjadi pelajaran bagi kita bahwa bahagia itu tidak selalu harus mewah. Dalam kehidupan yang sederhana bahkan kekurangan, bahagia tetap bisa diperoleh.* Ati - kisuta.com


