Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Jose Salvador Alvarenga

Lebih Setahun Terombang-ambing Ganasnya Samudra Pasifik

Rabu, 5 Februari 2014

RAMBUT gimbal, kumis serta jenggot lebat, dan nyaris telanjang. Itulah kondisi Jose Salvador Alvarenga saat ditemukan oleh penduduk di karang atol di Kepulauan Marshall.

Jose ternyata selama 13 bulan terombang ambing di Samudra Pasifik. Tanpa teman, Jose bertahan sendirian di tengah lautan ganas yang sewaktu-waktu bisa “menelannya”.

Diberitakan CNN, Jose Salvador Alvarenga berasal dari El Salvador, Meksiko dan selama ini tinggal di wilayah Tonala, Chiapas. Pada Desember 2012, Jose terlibat dalam ekspedisi memburu hiu. Tanggal 21 Desember 2012, bersama seorang remaja kurus, Jose berangkat dari Costa Azul, Meksiko.

Di tengah perjalanan, kapal yang mereka tumpangi terjebak badai sehingga mesin kapal rusak. Jose dan remaja yang menemaninya, terombang-ambing di tengah lautan. Untuk menyambung hidup, mereka menangkap ikan dan kura-kura untuk dimakan. Sedangkan untuk minum, mereka mengandalkan air hujan. Bahkan terkadang minum air kencing sendiri.

Tak tahan makan makanan mentah dan hidup di tengah lautan, remaja yang menemani Jose akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup. Ia nekad bunuh diri dan meninggalkan Jose sendirian terombang-ambing di tengah samudra luas.

Pria 37 tahun itu memutuskan bertahan hidup meski setiap saat perahunya terbanting badai dan ombak lautan. Pada pertengahan tahun 2013, ombak menghempaskannya ke sebuah karang atol yang jarang penduduknya. Luas daratan itu hanya 2,2 mil, tanpa saluran telepon, apalagi internet. Masyarakat setempat kaget saat menemukan Jose dengan kapal rusak berat, tak berbusana, dan bergelimang bangkai kura-kura. Butuh sekitar 22 jam naik kapal dari ibu kota Kepulauan Marshall ke lokasi Jose ditemukan.

Keluarga Jose di Garita Palmera, El Salvador, mengaku sudah bertahun-tahun tak mendengar kabar dari Jose. Ibundanya, Julia Alvarenga bahkan mengira putranya sudah meninggal. Sementara itu, putri Jose yang berusia 12 tahun, tak dapat mengingat wajah ayahnya.

“Hati saya yakin, anak saya belum meninggal. Tapi, semakin lama saya kehilangan kepercayaan,” ujar Julia pada CNN.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya