Dengan Sampah Menyapa Dunia
MUDA dan visioner. Itulah sosok Dr. Gamal Albinsaid, salah seorang peraih penghargaan Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards yang diselenggarakan oleh Unilever bekerja sama dengan Universitas Cambridge. Penghargaan diserahkan oleh Pangeran Charles dalam jamuan makan di Istana Buckhingham, Inggris, 31 Januari 2014.
Gamal lolos menjadi satu dari tujuh finalis Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards, berkat inovasinya mengembangkan “Klinik Asuransi Sampah”. Inovasi ini akan dijadikan model untuk diterapkan di kota-kota di dunia.
Pangeran Charles saat menyerahkan penghargaan, mengatakan, “Saya menyampaikan selamat kepada Gamal Albinsaid atas gagasan mengagumkan ini. Pemimpin muda ini mengembangkan gagasan yang benar-benar inovatif, menangani dua masalah pada saat yang bersamaan; manajemen dan daur ulang sampah serta asuransi kesehatan bagi masyarakat kurang mampu."
Dalam wawancaranya dengan BBC Indonesia, pria asal Malang, Jawa Timur ini mengungkapkan, “Klinik Asuransi Sampah” dikembangkan pada tahun 2010 dan sempat terhenti setelah berjalan enam bulan. Klinik dengan sistem pemberian sampah ini dilanjutkan lagi tahun 2013 dan saat ini telah memiliki sekitar 500 anggota.
Pengembangan “Klinik Asuransi Sampah” didasarkan pada kenyataan bahwa kesehatan masih menjadi masalah di Indonesia. Termasuk pendapatan separuh penduduk Indonesia yang masih di bawah US$2 perhari. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar keluarg di Indonesia tidak mengalokasikan anggaran untuk kesehatan. Kalau pun menganggarkan, nilainya sangat kecil.
Kondisi itu memunculkan ide bagi Galam, mengapa tidak berobat dengan sampah melalui sistem asuransi. Ide ini tak hanya memberikan solusi untuk masalah kesehatan saja, tetapi juga masalah kebersihan dan lingkungan. Masyarakat diajak untuk mengolah sampah sehingga mempunyai nilai ekonomis.
"Sampah adalah solusi terbaik karena hampir setiap hari setiap orang, setiap rumah memproduksi sampah yang tidak digunakan."
Gamal mengatakan ingin mengembangkan klinik dengan sistem ini di kota-kota lain Indonesia dan juga dunia. "Apa yang kami lakukan adalah membuat masyarakat memobilisasikan sumber daya mereka yang terbuang dan tidak digunakan, yaitu sampah dan meningkatkan akses kesehatan," tambahnya.
Selain mengembangkan asuransi sampah di bidang kesehatan, Gamal juga ingin mengembangkan asuransi sampah di bidang pendidikan melalui “Sekolah Asuransi Sampah”.* Ati - kisuta.com


