Bertato, Pegawai Sekolah di Osaka Dipotong Gajinya
MEMPUNYAI tato terkadang mengundang masalah. Meskipun sejatinya tato merupakan seni, namun di beberapa negara, tato dilarang. Di Osaka, Jepang seorang pegawai sekolah harus rela gajinya dipotong karena memiliki tato di bagian kiri lengannya.
Menurut aturan di kota itu, pegawai pemerintah dilarang mempunyai tato karena dikhawatirkan akan membuat takut masyarakat. Selain itu mengurangi kredibilitas pemerintah, karena pegawai pemerintah yang bertato membuat publik takut dan merasa terintimidasi.
Aturan tentang larangan tato tersebut tercantum dalam Kode Etik Kota yang revisinya telah disahkan oleh Wali Kota Osaka, Toru Hashimoto. Menurut Dewan Pendidikan, pegawai wanita yang terkena sanksi itu telah ditato di lengan bagian kiri dan pergelangan kaki pada akhir Desember 2012 dan Maret 2013. Sedangkan kode etik kota direvisi pada Juni 2012 silam.
Telegraph, Kamis 30 Januari 2014 melansir, pejabat pendidikan di Osaka mengakui telah memotong gaji seorang pegawai wanita berusia 23 tahun gara-gara mempunyai tato. Nominal gaji yang dipotong sebesar satu bulan dari pendapatannya untuk membayar denda ke pemerintah lokal.
Sedangkan Wali Kota Toru Hashimoto mengatakan, awal mula diberlakukannya aturan larangan tato, karena seorang anak merasa takut ketika bertemu dengan seorang pejabat pemerintah daerah yang memiliki tato di bagian lengannya. "Apabila tato yang dimiliki pejabat publik terlihat publik, maka pemerintah kota akan kehilangan kredibilitasnya karena mereka membuat publik takut dan terintimidasi," tulis Hashimoto di sebuah memo yang diedarkan kepada staf Pemkot Osaka.
Walau aturan itu sempat dikeluhkan oleh staf pemkot lantaran dinilai melanggar Hak Asasi Manusia, namun Hashimoto bergeming. Pemkot Osaka mewajibkan sebanyak 38 ribu pegawainya untuk mengisi sebuah formulir soal tato yang mereka miliki. Tato di beberapa lokasi seperti lengan, betis, kaki, wajah atau leher harus ditutup.
Seorang pejabat pemkot mengatakan aturan menutup tato ini sebenarnya tidak wajib, melainkan dilakukan secara sukarela.
Sementara itu, pegawai sekolah yang dipotong gajinya gara-gara ada tato di bagian kiri lengannya, mengatakan, akan segera menghapus tato itu melalui proses operasi.* Ati - kisuta.com


