Jika Pastor Berhubungan Gelap
SEPULUH tahun Herman Jumat Masan berhasil menyembunyikan aksi pembunuhan yang dilakukannya terhadap Mery Grace. Selama 10 tahun keluarga Mery Grace mengira korban tak dapat ditemui karena berpindah-pindah tempat tugas.
Setelah 10 tahun, aksi pembunuhan Herman yang berprofesi sebagai seorang pastor, akhirnya terungkap. Berawal dari cerita Sofi, kekasih Herman kepada beberapa pihak, polisi berhasil menemukan aksi pembunuhan yang dilakukan Herman.
Pada 27 Januari 2013, polisi membongkar jenazah Mery dan dua mayat bayi hasil hubungan Herman dengan Mery. Para korban dikuburkan di taman Tempat Orientasi Rohaniawan (TOR) Lela, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Herman telah dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Agung (MA) pada 11 Februari 2014. Pria yang kepastorannya telah dicopot itu terbukti membunuh Mery yang saat kejadian merupakan kekasihnya. Tak hanya itu, Herman juga membunuh dua bayi hasil hubungan gelapnya dengan Mery.
Sebelum vonis MA turun, pada 19 Agustus 2013, Herman dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Maumere yang dikuatkan oleh pengadilan tinggi. Herman dinyatakan telah melakukan pembunuhan berencana hingga melenyapkan nyawa tiga orang.
Diberitakan detikcom, kisah asmara Herman dan Mery yang berujung pada aksi pembunuhan itu, berawal dari perkenalan keduanya pada tahun 1995. Saat itu Herman sedang menjalani praktek pastoral, sedangkan Mery yang nama aslinya Yosephine Karedok Payong berstatus sebagai mahasiswa di STFK Ladalero.
Hingga tahun 1997, hubungan mereka berlanjut dan makin serius. Saat itu Herman bertugas sebagai pastor di Lela, sedangkan Grace yang sudah menjadi suster bekerja di RSU Lela.
Dari hubungan asmara itu, pada tahun 1999 Grace hamil hingga melahirkan seorang bayi. Grace melahirkan di kamar Herman, di TOR Lela. Khawatir tangis bayi didengar orang, Herman membekap mulut bayi hingga kehabisan nafas. Akhirnya sang bayi meninggal dunia dan dimakamkan di depan kamar Herman. Di atas pusara, ditanami bunga sebagai tanda.
Herman dan Grace tetap menjalin hubungan asmara hingga Grace kembali hamil pada tahun 2001. Maret 2002, Grace melahirkan. Seperti halnya persalinan pertama, persalinan kedua pun berlangsung di kamar Herman. Ketika lahir, bayi kedua dibiarkan begitu saja sampai kemudian mati. Sama seperti bayi pertama, bayi kedua pun dikuburkan di depan kamar Herman dan di atas pusaranya ditanami bunga sebagai tanda.
Grace yang mengalami pendarahan saat melahirkan, dibiarkan begitu saja tanpa mendapat perawatan medis. Sembilan hari setelah melahirkan, Grace meninggal dunia . Mayatnya dikuburkan di depan kamar Herman dan lagi-lagi ditandai dengan bunga.
Usai mengubur Grace, Herman menulis surat ke orang tua Grace. Dalam suratnya, seolah-olah Herman sebagai Grace dan meminta orangtua Grace tidak usah mencarinya karena pindah tugas ke Jakarta.
Meski demikian, keluarga Grace tetap tidak percaya dan terus mencari keberadaan Grace. Lalu muncul surat Grace yang menyatakan dirinya pindah tugas lagi ke Kalimantan. Setelah itu muncul surat lagi yang menyatakan Grace seolah-olah dipindahkan ke Bandung.
Saat polisi menggali makam Grace, ditemukan rambut, tulang belulang, kawat gigi dan cincin bertuliskan MG. Atas bukti itu, Herman tidak bisa mengelak.* Ati – kisuta.com


