Aksi Kejar-kejaran Polisi dan Pengemudi Itu Berakhir dengan Kelahiran Bayi
AKSI kejar-kejaran antara polisi dengan seorang pengemudi di pusat Kota Melbourne, Australia, berakhir dengan kelahiran seorang bayi di Rumah Sakit Dandenong, Melbourne, Rabu, 12 Februari 2014.
Dikabarkan ABC Australia, peristiwa ini berawal saat petugas patroli di sektor Dandenong mencoba menghentikan kendaraan yang melintas sekitar 30 kilometer dari pusat kota Melbourne. Saat itu waktu menunjukkan pukul 02.00 dini hari.
Sayangnya, pengendara yang kemudian diketahui bernama Seyha Ing, menolak untuk berhenti dan tetap melanjutkan perjalanannya. Dengan tetap mematuhi aturan kecepatan dan rambu-rambu lalu lintas, pria berusia 38 tahun itu tak menghiraukan permintaan petugas patroli.
Terjadilah kejar-kejaran antara Seyha Ing dengan petugas patroli. Beruntung polisi tidak mengeluarkan tembakan peringatan.
Aksi kejar-kejaran akhirnya berakhir ketika mobil yang dikendarai Seyha Ing berhenti di Rumah Sakit Dandenong. Usut punya usut, ternyata sikap membangkang Seyha Ing yang tak mau menghentikan kendaraannya, karena saat itu di dalam mobil ada istrinya, Metaouk Ing yang sedang hamil dan sudah memasuki masa bersalin.
Seyha Ing menuturkan alasannya mengapa tidak mau menghenikan kendaraannya, "Saya khawatir dengan bayi saya, apakah dia selamat. Saya begitu takut, saya hanya ingin sampai ke rumah sakit secepat mungkin guna melindungi hidupnya".
Dituturkannya, masa persalinan sang istri ternyata dua minggu lebih cepat dari perkiraan dokter. Hal itu yang membuatnya khawatir sekaligus gugup. Karena tak ingin terjadi apa-apa dengan istrinya, Seyha Ing nekad mengabaikan permintaan polisi untuk berhenti.
Mengetahui alasan Seyha Ing tidak menghentikan kendaraannya, akhirnya polisi Melbourne tidak menjatuhkan sanksi kepadanya. Menurut Sersan Stephen Boyle, saat mengemudi Seyha Ing mengikuti aturan, sehingga ia tidak akan dikenakan tindakan apapun walau tidak berhenti.
Mengenai bayi yang dilahirkan Metaouk Ing, Sersan Stephen Boyle mengatakan, bayinya sehat namun ayahnya, sang pengemudi, stress karena tidak berhenti sebelumnya walau dapat perintah dari polisi.
"Bayi dan ibunya sehat-sehat saja. Yang mengkhawatirkan justru ayahnya, yang terkejut karena dia diikuti oleh polisi dan juga menjadi ayah baru".* Ati - kisuta.com


