Candi Borobudur pun Ditutup Sementara
GUNUNG Kelud di perbatasan Kediri, Malang, dan Blitar, Jawa Timur yang meletus pada Kamis malam, 13 Februari 2014, menyebabkan hujan abu vulkanik di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Bahkan sampai ke Jawa Barat.
Selama hampir tiga jam, mulai pukul 22.50 WIB hingga 02.00 WIB, Gunung Kelud mengeluarkan material vulkanik yang semburannya hingga ketinggian 17 km. Dari catatan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), semalam erupsi berlangsung, sekitar 100 juta hingga 120 juta meter kubik dimuntahkan.
"Jadi wajar abunya ke mana-mana, sampai ke Bandung juga," ujar Pelaksana Tugas Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG, Gede Suantika kepada detikcom.
Sebaran abu vulkanik Gunung Kelud juga sampai di Magelang, Jawa Tengah tempat objek wisata dunia, Candi Borobudur berada. Akibat abu vulkanik Gunung Kelud menutup Candi Borobudur, sehingga stupa-stupa candi ini harus ditutup dan kunjungan untuk sementara ditutup. Abu yang ketebalannya mencapai sekitar 3 mm, menyebabkan sebanyak 72 stupa teras dan satu stupa induk harus dipasang terpal plastik.
Diberitakan detikcom, stupa terpaksa ditutup karena khawatir abu vulkanik Gunung Kelud merusak struktur candi karena tingkat keasaman abu vulkanik sangat tinggi. Menurut Kepala Balai Konservasi Peninggalan Candi Borobudur, Marsis Sutopo seperti dilansir detikcom, terpal plastik untuk menutup stupa-stupa tersebut sudah dipersiapkan sejak lama. Terutama saat terjadinya erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 lalu dan status siaga bencana diterapkan untuk Candi Borobudur, Mendut, dan Candi Pawon.
Disebutkan Marsis, dibandingkan dengan abu Gunung Merapi, abu vulkanik Gunung Kelud tidak membahayakan, karena tidak membuat batu atau candi lapuk. Hal ini disebabkan kandungan sulfur abu Gunung Kelud lebih rendah, yaitu pH-nya sekitar 5-6, sedangkan PH abu Merapi antara 3-4.
“Abu Gunung Kelud tidak mengeras saat terkena air, namun hanya lengket. Jika kena air terus-terusan, maka akan hilang dengan sendirinya. Sedangkan abu Merapi bercampur pasir sehingga mengeras saat terkena air,” ujarnya.
Tak hanya “menghujani” Candi Borobudur, abu vulkanik Gunung Kelud juga “menghujani” Keraton Kasunanan Surakarta. Ornamen keraton yang berwarna biru cerah menjadi kusam keabu-abuan.
Selama satu setengah jam, Keraton Kasunanan Surakarta dihujani abu vulkanik Gunung Kelud. Menjelang siang, hujan abu mulai reda.
Selain turun di Candi Borobudur dan Keraton Kasunanan Surakarta, hujan abu vulkanik Gunung Kelud, juga terjadi di tiga bandara, yaitu Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta, Bandara Juanda di Surabaya, dan Bandara Adi Sumarmo di Solo. Akibat hujan abu, ketiga bandara tidak beroperasi.
Sejak Kamis pagi, 14 Februari 2014, ketiga bandara sudah ditutup sementara sampai Jumat, 15 Februari 2014. Kondisi Bandara Juanda benar-benar diselimuti abu, nyaris seperti salju. Bukan hanya karena landasan pacu ditutupi abu vulkanik, namun juga kepekatan hujan abu membuat jarak pandang sangat pendek.
Untuk melihat dampak dari hujan abu vulkanik Gunung Kelud, berikut ada beberapa foto yang bisa Anda lihat.* Uma - kisuta.com



