Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Mencari Orangtuanya yang Melarikan Diri dari Peperangan

Bocah Balita Suriah Ini Melintasi Gurun Yordania Seorang Diri

Rabu, 19 Februari 2014

PERANG bisa mengubah segalanya. Bahkan, bisa menjadikan seorang anak balita memiliki keberanian yang luar biasa. Seperti yang terjadi pada bocah Suriah berusia empat tahun. Ia berani melintasi gurun Yordania agar bisa bertemu dengan orang tuanya yang melarikan diri dari peperangan Suriah.

Dikabarkan BBC Indonesia, bocah lelaki bernama Marwan ini terpisah dari keluarganya ketika melarikan diri dari Suriah. Ia ditemukan oleh pekerja PBB pada hari Minggu (16/2/2014), dengan membawa sebuah kantong plastik berisi benda-benda miliknya.

Para pekerja PBB itu langsung membawa Marwan menyeberangi perbatasan Jordania dan berhasil menemukan ibunya sehari kemudian. Foto Marwan ketika ia ditemukan disebar di media sosial setelah seorang pejabat badan pengungsi PBB di Jordania memublikasikannya di Twitter.

"Ini adalah Marwan, 4 tahun, yang terpisah dari keluarganya. Ia didampingi oleh staf UNHCR untuk menyeberangi perbatasan," kata Andrew Harper, perwakilan UNHCR untuk Jordania, di Twitter pada hari Minggu.

Menurut PBB, sekitar 2,5 juta rakyat Suriah, termasuk satu juta anak seperti Marwan, meninggalkan tempat tinggal mereka akibat perang sipil.

Data PBB menunjukkan, sebanyak 130.000 orang meninggal dunia dalam konflik berkepanjangan antara Pemerintah Presiden Bashar al-Assad dan pemberontak.

"Dengan kegagalan pembicaraan Jenewa, tim kami kembali ke timur perbatasan Yordania dan menerima pengungsi Suriah," kicau Harper di Twitter.

Pembicaraan damai putaran kedua didukung Amerika Serikat dan Rusia antara perwakilan dari rezim Presiden Suriah Basyar al-Assad dan kelompok oposisi tiga hari lalu di Jenewa, Swiss, tidak menghasilkan apa-apa, dengan tidak adanya penetapan tanggal untuk putaran ketiga.

Arab Saudi, Amerika Serikat, Ingggris, dan Prancis menyalahkan gagalnya pembicaraan itu kepada rezim Suriah, yang mendaftarhitamkan para delegasi dari kelompok oposisi pada perundingan damai di Jenewa yang masuk ke dalam 'daftar teroris', dan merebut aset mereka, termasuk rumah salah satu delegasi.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya