Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Harnaam Kaur

Merasa Lebih Feminin dan Seksi dengan Jenggot dan Bulu Dada Lebat

Minggu, 23 Februari 2014

ANJING menggonggong, kafilah berlalu. Begitu kata Harnaam Kaur yang pipi dan dagunya ditumbuhi jenggot lebat. Meskipun banyak orang mengkritik penampilannya yang berjenggot, namun Harnaam merasa dirinya tetap feminim walaupun berjenggot.

Wanita berusia 23 tahun ini, tak mempersoalkan jenggot yang menghiasi wajahnya. Harnaam tidak merasa risih dengan bulu-bulu yang tumbuh subur di pipi dan dagunya.

Dikutip dari Tempo.co, Harnaam yang tinggal di Slough, Berkshire, Inggris ini menderita sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome). Hal ini membuat indung telurnya tidak lagi mengeluarkan sel telur, tetapi justru mengeluarkan hormon pria, yaitu androgen.

Harnaam awalnya merasa tersiksa dengan jenggot yang tumbuh di wajahnya, namun lama kelamaan ia menjadi terbiasa. Menurutnya, dirinya mulai berjenggot ketika berusia sebelas tahun. Tak hanya di wajah, bulu-bulu itu juga menyebar di dada dan lengannya. Meskipun sudah berusaha dihilangkan, namun bulu-bulu itu kembali muncul.

Penampilannya yang aneh, membuatnya menjadi sasaran ejekan teman-teman di sekolahnya. Orang-orang yang berpapasan dengannya di jalan, juga melontarkan ejekan.

“Saya di-bully habis-habisan. Di sekolah saya dipanggil beardo dan panggilan lain seperti shemale dan sheman," katanya.

Secara perlahan, Harnaam bisa menerima kondisinya yang berbeda itu. Apalagi setelah ia menjadi penganut Sikh, agama di India yang melarang penganutnya memotong rambut di tubuh. “Saya merasa lebih feminin dan lebih seksi. Saya telah belajar untuk mencintai diri sendiri karena siapa pun tidak bisa menyingkirkan saya sekarang,” katanya.* Uma - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya