Nasib Badak di Ujung Cula
NASIB badak di Afrika Selatan di ujung tanduk. Kondisi memprihatinkan itu justru terjadi karena tanduk atau cula yang dimiliki sang badak. AFP memberitakan, sepanjang tahun 2013 diperkirakan sekitar 1.000 ekor badak mati di tangan pemburu cula.
Menurut Kementerian Lingkungan Afrika Selatan, kematian hewan berkulit tebal ini mengalami peningkatan cukup tajam. Dalam rilis yang disampaikan pada 20 Februari 2014, lonjakan ini sangat memprihatinkan karena pada tahun 2007 hanya 13 ekor badak yang menjadi korban perburuan illegal di Afrika Selatan.
Peningkatan pembunuhan terhadap badak ini, mulai meningkat sejak tahun 2008. Pada tahun 2012 tercatat sebanyak 668 ekor badak dibunuh dan tahun 2013 melonjak menjadi 1.000 ekor lebih. Otoritas setempat telah menangkap total 330 orang terkait perburuan illegal sepanjang tahun ini.
Afrika Selatan merupakan rumah bagi sebagian besar atau 80 persen populasi badak di dunia. Diperkirakan ada sekitar 25 ribu ekor badak yang hidup di negara tersebut.
Meningkatnya perburuan illegal badak-badak Afrika Selatan itu tak lepas dari tingginya permintaan cula Badak di pasar gelap di Asia. Di sebagian negara Asia, cula badak dipercaya dapat menyembuhkan penyakit, selain untuk meningkatkan status sosial.
Tak heran jika kemudian para pemburu berlomba-lomba memburu badak-badak yang bernilai tinggi itu. Pelaku perburuan sudah membentuk jaringan kriminal antarnegara dan mereka sudah semakin canggih yang dalam aksinya menggunakan teknologi tinggi. Ada yang menggunakan helikopter untuk mencari keberadaan badak-badak tersebut dan kemudian menembaknya dari udara. Yang mengerikan, para pemburu illegal tersebut mencabut paksa cula si badak ketika binatang tersebut masih hidup.
Hingga saat ini, otoritas setempat terus berusaha meningkatkan perlawanan dan pemberantasan para pemburu ilegal. Otoritas Afsel menerjunkan tim tentara khusus di Taman Nasional Kruger yang menjadi lokasi perburuan paling marak.* Ati - kisuta.com



