Di Bali Sedang Tren Perbesar Penis dengan Suntik Silikon
SUNTIK silikon di bagian wajah ataupun payudara sudah biasa, khususnya bagi wanita. Namun bagaimana dengan suntik silikon di alat vital kaum pria alias penis?
Saat ini di Bali khususnya di wilayah perdesaan Kabupaten Jembrana sedang menjadi tren, kaum pria menyuntikan silikon di alat kelaminnya. Tujuannya sudah jelas, supaya “senjatanya” itu menjadi lebih besar yang berkaitan dengan masalah seksual.
Diberitakan detik.com, Rabu (5/3/2014), laki-laki yang ingin alat vitalnya bertambah besar, rela membayar Rp 400.000 hingga Rp700.000 untuk disuntik silikon. Sayangnya mereka asal suntik saja, tanpa mengetahui efek negatif silikon bagi kesehatan mereka. Kebanyakan suntik silikon yang ada tidak resmi alias illegal.
Bahkan dikabarkan, ada seorang warga di Kecamatan Negara yang terpaksa dilarikan ke RSU Sanglah, Denpasar karena mengalami pembusukan pada alat vitalnya yang disuntik silikon tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr. Putu Suasta, M.Kes. membenarkan adanya tren suntik silikon di kalangan masyarakat. Sayangnya, belum ada masyarakat maupun korban yang melaporkan soal itu.
"Kami pernah mendengar adanya praktek suntik ilegal silikon tersebut, tapi sayangnya sampai saat ini tidak ada yang melapor, baik ke kami maupun kepolisian, sehingga kami sulit melacak pelakunya," katanya.
Suntik silikon, lanjutnya, apalagi dilakukan orang yang tidak memiliki keahlian. sangat berbahaya. “Kalau bagian alat vital yang disuntik, efeknya adalah infeksi atau pembusukan, sehingga harus dilakukan amputasi," ujar Suasta.
Karena tidak ada laporan resmi dari masyarakat yang dirugikan, petugas Dinas Kesehatan hanya bisa mengingatkan saat pertemuan langsung baik di dusun-dusun maupun sekolah. "Bahaya yang diakibatkan tidak hanya infeksi, tapi juga rawan tertular HIV/AIDS, karena jarum yang digunakan untuk memasukkan silikon belum tentu steril," katanya.
Ia berharap, warga yang dirugikan dengan praktek ini melapor ke polisi, agar pelakunya bisa diringkus, sehingga tidak merugikan warga lainnya. Menurutnya, dari sisi apapun, praktek suntik silikon tanpa mematuhi standar dan syarat yang ditentukan, adalah pelanggaran terhadap hukum dan kesehatan masyarakat.
Suasta mengungkapkan, silikon harus terus menerus diganti saat masanya habis, dengan biaya yang cukup tinggi. “Bagi masyarakat yang sudah menggunakan, apalagi pada bagian alat vitalnya sangat berbahaya ke depannya. Tidak hanya impoten, tapi juga bisa diamputasi," ujarnya.* Ati - kisuta.com


