Berminggu-minggu Tersesat, Turis Jerman Makan Lalat
BERMINGGU-MINGGU tersesat di pedalaman Australia, seorang turis backpacker asal Jerman bertahan hidup dengan memakan lalat. Ketika ditemukan pada Kamis (7/3/2014), di dekat Sungai Cooper, yang terletak di kota Windorah, turis bernama Daniel Dudzisz tersebut, dalam kondisi baik walaupun mengalami kekurangan makan.
Dilansir Kompas.com, Daniel yang sedang melakukan perjalanan antara Kota Windorah dan Kota Jundah di negara bagian Queensland, Australia ini, dilaporkan hilang sejak bulan Februari 2014. Menurut kepolisian setempat, pada bulan Februari, Daniel berjalan menyusuri negara bagian New South Wales dan Queensland. Selama itu ia selalu berhubungan dengan polisi. Namun, saat meninggalkan Windorah tanggal 17 Februari lalu untuk berjalan sejauh 90 kilometer ke Kota Jundah, polisi tidak mendengar kabar darinya.
Pencarian terhadap Daniel pun dilakukan, baik melalui darat maupun udara. Kondisi Daniel dikhawatirkan memburuk karena ia menderita diabetes dan sangat tergantung pada insulin serta membawa persediaan makanan yang sangat terbatas.
Inspektur Polisi, Mark Henderson mengatakan bahwa Daniel tersesat di kawasan hutan yang terletak di antara dua titik banjir Sungai Barcoo selama sekitar 10 hari. Kondisi hutan yang lebat, membuat helikopter pencari tidak bisa melihatnya.
Menurut Mark, untuk bertahan hidup selama tersesat, Daniel makan lalat yang banyak hidup di kawasan hutan tersebut. Memang saat meninggalkan Windorah, Daniel membawa makanan berupa sereal da kacang-kacangan dalam kaleng. Ketika makanan itu habis, Daniel mengandalkan lalat untuk memenuhi rasaa laparnya. Daniel yang merasa kondisi fisiknya tidak bermasalah, enggan mendapat perawatan medis di rumah sakit.* Uma - kisuta.com


