Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan

Serangga, Sumber Pangan Masa Depan

Rabu, 26 Maret 2014

JIKA saat ini sebagian besar serangga menjadi musuh manusia karena dianggap sebagai hama atau pengganggu, di masa depan serangga akan menjadi sumber pangan bagi manusia.

Saat ini saja diperkirakan sekitar 2,5 miliar orang di dunia rutin mengonsumsi serangga sebagai salah satu sumber pangan. Karenanya para ilmuwan percaya, serangga seperti jangkrik, kumbang, dan semut merupakan langkah besar untuk penyediaan pangan dunia.

Di Afrika, Asia, dan sebagian Amerika, mengonsumsi serangga atau entomophagy dinilai lebih menguntungkan karena ketersediaannya yang lebih banyak jika dibandingkan dengan sayur, buah, atau daging . Rasa jijik yang muncul saat melihat serangga, telah terkalahkan oleh manfaatnya.

Saat ini tercatat sekitar seribu lebih jenis serangga yang dijadikan sebagai bahan pangan oleh penduduk dunia. Memang tidak hanya serangga saja, tetapi hewan artopoda juga termasuk dalam entomophagy seperti tarantula dan kaki seribu.

Para ahli meyakini, serangga sebagai solusi pangan paling tepat untuk mengimbangi jumlah manusia yang terus meningkat. Beberapa jenis serangga dipertimbangkan sebagai sumber pangan yang sehat dan kaya protein. Serangga juga merupakan sumber pangan paling baik untuk mengatasi kelaparan yang terjadi pada miliaran orang di India, Afrika, dan beberapa negara berkembang.

Organisasi pangan dan pertanian dunia, FAO dalam situsnya mengatakan, serangga telah lama diincar sebagai bahan pangan alternatif karena serangga dinilai dapat meningkatkan ketahanan pangan tanpa menimbulkan masalah lingkungan ataupun ekonomi.

Serangga memiliki kandungan protein, lemak, dan mineral yang tinggi sehingga dinilai bisa menggantikan fungsi kedelai, jagung, kacang-kacangan, dan ikan. Serangga juga cepat bereproduksi sehingga diperkirakan tidak merugikan lingkungan.

Banyak orang mengonsumsi serangga bukan karena ketiadaan bahan pangan lain, tetapi lebih kepada rasanya yang eksotis. Karenanya, serangga bukanlah pangan yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Masyarakat kaya pun mau mengonsumsi serangga karena rasanya yang unik.* Uma - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya