PAUD, Langkah Awal Menanamkan Pendidikan bagi Anak
PENDIDIKAN bagi anak-anak merupakan hal yang tak bisa dikejawantahkan bagi kehidupan mereka. Selaku generasi penerus, selayaknya anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik.
Pendidikan yang tidak hanya mampu memberikan gambaran dan pelatihan secara intelektual saja. Tapi yang lebih penting, mampu memberikan pendidikan untuk asfek sosial emosional, dan religiusitas. Selain itu, menurut Howard Gardner pendidikan bagi anak juga harus mampu mengembangkan sembilan kecerdasan yang dimiliki atau lebih dikenal dengan istilah multiple intelligent, yang terdiri atas cerdas kata, logika matematika, bahasa, gambar/visual, musik, tubuh, interpersonal/diri, alam, dan cerdas makna.
Untuk mewujudkan hal itu, pada pendidikan non formal, anak-anak usia dini diwadahi melalui pendidikan anak usia dini (PAUD). PAUD terdiri atas taman kanak-kanak (TKA), roudhotul athfal, kelompok bermain, taman pendidikan al-Qur’an (TPA), dan bentuk pendidikan lain yang sejenis. Yang merupakan jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar.
PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar memilliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Serta menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan, sosioemosional, bahasa dan komunikasi sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui anak usia dini.
Pada era di mana keberadaan pendidikan tak mampu lagi dipisahkan dari kehidupan manusia saat ini, keberadaan PAUD juga tak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Selaku dasar bagi pendidikan selanjutnya PAUD tak terelakan lagi harus menjadi pokok, atau tiang yang menjadi landasan bagi perkembangan dan pendidikan anak. PAUD haruslah menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya mampu memberikan pengetahuan pada anak dari segi intelektual saja, tapi harus mampu memberikan pengetahuan pada berbagai asfek.
Di PAUD anak-anak selayaknya lebih banyak diberikan pengetahuan mengenai bagaimana mereka bersosial, menghargai, kedisiplinan, mengenal berbagai hal dalam lingkungan dan hal yang ada dalam kehidupan nyata. Pentingnya dasar bagi anak, menjadikan keberadaan PAUD dan sistem pengajaran yang dilaksanakan di jenjang ini, harus memiliki fondasi yang kuat. Agar pada pendidikan selanjutnya anak-anak mampu memainkan setiap peran kehidupan yang dimilikinya.
Dengan adanya tugas perkembangan bagi anak, sangatlah penting untuk menyelenggarakan pendidikan pada anak usia dini melalui pemberian materi dan metode pembelajaran yang tepat, menarik, dan menyenangkan. Misalnya belajar sambil bermain dengan suasana riang, ceria, dan penuh kegembiraan. Hal ini dapat dilakukan melalui tarian, nyanyian, atau permainan-permainan edukatif yang bervariasi dan tidak menerapkan disiplin kaku yang menekan dan membosankan.
Pada dasarnya kita juga dapat mengajarkan hal-hal yang merupakan bagian dari kecerdasan intelektual seperti membaca, menulis, berhitung dan meghapal. Yang terpenting adalah bagaimana mengemas hal-hal tersebut ke dalam sistem pengajaran yang menarik dan ringan. Serta tanpa membebani, sehingga merampas dunia kanak-kanak dan menjadikan mereka “matang” sebelum waktunya.
Selain itu, memahamai karakteristik anak usia dini melalui pemahaman akan hal-hal yang dibutuhkan anak, tugas-tugas perkembangan anak, dan potensi yang dimiliki menjadi hal yang sangat penting. Agar dapat menerapkan pola pendidikan yang sesuai dengan perkembangan, keadaan, dan kemampuan masing-masing anak. Bukanlah pola pendidikan yang menekan dan lebih memfokuskan diri pada pembinaan asfek intelektual anak belaka. Singkatnya menerapkan prinsip pedagogik dalam pendidikan di PAUD.
Sayang sekali, meskipun pendidikan sekarang digaung-gaungkan untuk bergeser dari pendidikan yang mengedepankan intelektual, menjadi era pendidikan yang lebih memfokuskan diri pada asfek kognitif, afektif dan psikomotor, kenyataannya tidak demikian. Pola pendidikan sekarang tetap saja lebih mengedepankan asfek intelektual (kognitif) saja. Termasuk di dalamnya pola pendidikan yang dilaksanakan di PAUD.
Adanya kenyataan seperti ini menjadikan perlu adanya pengawasan dan perencanaan yang baik bagi pelaksanaan pembelajaran di PAUD. Agar menjadikan PAUD sebagai lembaga pendidikan yang menjaga masa kecil anak agar penuh keceriaan dan kegembiraan tetapi tetap memberikan pengetahuan yang menghibur. Serta tidak menjadikan PAUD sebagai motor perampas masa kecil anak dan membuat anak “pintar” karena paksaan, ketakutan, dan pembelajaran yang penuh dengan tekanan. * Reni Nurhayati - kisuta.com


