Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Idiiih...

Modus Dukun Spesialis Mengembalikan Keperawanan: Pasien Difoto Telanjang, Setelah Itu Harus Pasrah

Kamis, 10 April 2014

ADA beberapa ritual yang harus dijalankan oleh para pasien yang hendak mengembalikan keperawanannya. Ritual pertama, pengambilan gambar para pasien yang dalam kondisi telanjang.

Inilah modus dukun cabul dari Semarang yang mengaku spesialis dalam mengembalikan keperawanan, Bima Agung Santoso. Ritual pertama inilah yang memuluskan akal bulus lelaki 38 tahun ini, untuk melakukan ritual-ritual selanjutnya yang tak lain mencabuli pasien.

Kepala Polres Semarang AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan mengungkapkan, ihwal ritual pertama itu dibuktikan dari barang bukti yang disita dari tangan pelaku. Ada satu unit ponsel, empat buah micro SD, dan delapan buah kartu SIM HP. Semua gambar telanjang pasiennya tersebut disimpan di dalam kartu memori ponsel dan Blackberry pelaku.

"Alasan dia foto telanjang itu untuk membuka aura," kata Kaolres, dalam gelar perkara di Mapolres Semarang, Senin (7/4/2014), seperti dikutip Kompas.com.

Alih-alih membuka aura, justru ritual pertama inilah yang menjadi pintu masuk sang dukun melancarkan aksi amoral berikutnya kepada para korban yang rata-rata masih berusia belia.

"Untuk memuaskan nafsu bejat pelaku ini, dia mengabadikan semua korban, setelah disetubuhi, lalu dia melihat lagi foto-foto itu," kata AKBP Augustinus.

Disebutkan Augustinus, Para korban yang rata-rata masih duduk di bangku SMP, sebut saja RN (13) bersama empat pelajar lainnya EL (14), PR (14), NY (14), dan RW (16) bahkan rata- rata disetubuhi lebih dari satu kali oleh pelaku.

Augustinus mengungkapkan, sejak awal pelaku selalu meyakinkan para korban bahwa untuk mengembalikan keperawanannya, mereka harus menjalani ritual lebih dari satu kali. "Ada yang dua kali, tiga kali," katanya.

Tersangka mengaku melakukan tindakan asusila ini atas inisiatifnya sendiri. Bima memilih sasaran anak di bawah umur karena mudah dikelabui. “Saya tidak mengambil uang jasa sepeser pun dari para korban,” kata Bima.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya