Kematiannya "Menghidupkan" Sang Ibu
SUNGGUH mulia tindakan bocah laki-laki ini. Demi ibunya supaya bisa terus hidup, ia rela mati. Usia memang tidak bisa menjadi patokan bagi seseorang untuk mengungkapkan cinta kasihnya pada wanita yang melahirkannya. Hal itu yang ditunjukkan bocah laki-laki berhati mulia, Chen Xiaotian yang tinggal di Hubei, Cina.
Kisah yang sangat menyentuh hati ini terjadi di Cina. Chen Xiaotian yang baru berumur 7 tahun, membuat keputusan besar dalam hidupnya. Ia rela “mengakhiri” hidupnya demi ibu tercinta.
Seperti dikutip dari CNTV, Sabtu (5/4/2014), kisah ini berawal ketika Chen kecil divonis menderita kanker otak mematikan. Akibat penyakitnya itu, Chen menjadi lumpuh dan buta. Bahkan dokter memvonis hidup Chen tak akan lama.
Di saat yang sama, ibunda Chen, Zhou Lu mengalami gagal ginjal total. Seperti halnya anaknya, wanita berusia 34 tahun ini pun diprediksi tidak akan hidup lama, karena ginjalnya benar-benar sudah tidak berfungsi. Satu-satunya jalan untuk mempertahankan hidupnya, adalah menerima donor ginjal.
Meskipun buta dan lumpuh, namun Chen bisa mendengar apa yang dialami ibunya. Dalam keluguan seorang bocah, Chen mengungkapkan keinginannya untuk mendonorkan ginjalnya untuk sang ibu. Chen merasa sudah tak kuat menahan sakit akibat kanker otak yang dideritanya.
Keinginan Chen jelas ditolak oleh sang ibu. Zhou Lu merasa anaknya masih terlalu muda untuk mendonorkan ginjalnya, walaupun sang anak dalam kondisi sakit parah yang mengancam jiwanya. Zhou Lu tak ingin “membunuh” anaknya.
Melihat kondisi ibu dan anak itu, dokter dengan segala pertimbangan, menyarankan kepada Zhou Lu supaya mau menerima donor ginjal dari anaknya. Desakan juga datang dari Chen, supaya ibunya mau menerima ginjalnya supaya bisa bertahan hidup.
Zhou Lu akhirnya mau menerima ginjal sang anak. Itupun setelah mendapat persetujuan dari ibunya yang tak lain nenek Chen dan disetujui oleh keluarga besarnya. "Saya hanya menerima transplatasi ginjal anak saya setelah keluarga meminta saya beberapa kali,” ujar Zhou Lu.
Chen yang akhirnya meninggal dunia pada 2 April 2014, tak hanya mendonorkan organ tubuhnya kepada sang ibu, tetapi juga kepada dua orang lain. “Ya, organ tubuh Chen tidak hanya akan didonasikan untuk saya, tapi juga untuk orang lain yang membutuhkan," ucap Zhou Lu.
Menurut Profesor Chen Zhishui, dokter di Rumah Sakit Wuhan Tongji, telah dilakukan tiga operasi transplatasi yang berasal dari organ tubuh Chen. "Kami telah melakukan tiga operasi transplatasi, termasuk dua ginjal dan hati. Semuanya berjalan lancar," kata Profesor Chen yang menangani operasi.
Setelah transplatasi ginjalnya berhasil, kini Zhou Lu, ibunda Chen telah sembuh dan dapat hidup normal. Chen memang telah tiada, namun kematiannya justru memberikan kehidupan bagi sang ibu dan dua orang lain yang tak dikenalnya. Sungguh perbuatan yang sangat mulia dari seorang bocah laki-laki.* Uma – kisuta.com


