Amerika Serika Berhasil Kembangkan Implan Vagina
SEJUMLAH dokter asal Amerika Serikat berhasil mengembangkan implan vagina. Dokter-dokter dari Pusat Kesehatan Wake Forest Baptist di Carolina Utara itu, sukses menanamkan vagina hasil laboratorium pada empat wanita belasan tahun yang dilahirkan dengan sindrom genetik langka Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser syndrome (MRKH).
Sindrom itu merupakan penyakit yang terjadi pada wanita dan umumnya berdampak pada sistem reproduksi. Kondisi itu menyebabkan vagina dan rahim kurang berkembang bahkan organ itu absen berfungsi. Di dunia tercatat 4.500 wanita yang lahir dengan menderita sindrom tersebut.
Melansir The Verge, Jumat 11 April 2014, peneliti mengembangkan rekayasa vagina ditumbuhkan di laboratorium selama 3 tahun, antara 2005-2008. Organ vital itu dihasilkan dengan menggunakan kombinasi sel-sel di antaranya sel epitel yang melapisi rongga tubuh serta sel otot. Kombinasi sel itu diambil dari area genital wanita.
"Kami mengambil bagian jaringan yang sangat kecil, kurang dari setengah perangko. Kemudian merangsang sel berpisahan dan menumbuhkan secara terpisah," jelas Anthony Atala, ahli penyakit saluran kemih Wake Forest University, Amerika Serikat.
Sel kemudian diperluas dan dijahit pada suatu tumpuan (perancah) yang perlahan mampu hancur dan dipecah jadi bagian kecil. Sebelumnya itu, peneliti telah membentuk sel-sel itu menjadi vagina yang sesuai dengan kondisi tiap pasien. Begitu vagina ini selesai dikembangkan, enam minggu berselang, 4 wanita menjalankan operasi pemasangan vagina laboratorium itu.
Semua vagina implan dilaporkan memiliki tingkat "hasrat, gairah, lubrikasi, orgasme, kepuasan" yang normal dan dapat berhubungan seksual tanpa rasa sakit.
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancer menunjukkan, saat perancah sudah tak diperlukan lagi, sel yang telah tergabung pada struktur reproduksi akan permanen. Menariknya, tindak lanjut ujicoba ini menunjukkan jaringan rekayasa sama tumbuh dengan jaringan asli wanita.
Atala mengatakan wanita yang melalui operasi ini dapat mengalami gairah seksual, seks tanpa rasa sakit dan orgasme. Namun demikian, Atala menegaskan, wanita dengan ujicoba ini tak akan melahirkan anak.
"Sulit dipercaya, ini bisa dilakukan di laboratorium. Hidup tak akan berakhir dengan menderita penyakit ini. Karena ada perawatan ini dan Anda bisa memiliki kehidupan normal," ujar salah satu pasien wanita yang dirahasiakan namanya.
Ini adalah keberhasilan penanaman vagina yang pertama kali dilaporkan, tetapi sebenarnya proses serupa pertama kali dilakukan delapan tahun silam.* Ati – kisuta.com


