Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Balal Bebas dari Hukuman Gantung

Pengampunan Itu Datang Secara Dramatis, Saat Tali Sudah Melingkar di Leher...

Jumat, 18 April 2014

PERISTIWA dramatis terjadi di tiang gantungan di alun-alun kota di Iran, Selasa (15/4/2014). Seorang pesakitan kasus pembunuhan yang siap digantung, tiba-tiba terbebas dari hukuman gantung di detik-detik terakhir saat tali telah melingkari lehernya dan siap menarik tubuhnya ke tiang gantungan.

Balal, sang pesakitan itu, dibebaskan dari hukuman gantung oleh Samerah Alinejad, ibu dari Abdollah Hosseinzadeh yang tewas dibunuhnya. Di detik-detik terakhir eksekusi hukuman mati itu, Samerah menyatakan memaafkan Balal dan membebaskannya dari hukuman gantung. Samerah dibantu suaminya, bahkan membantu petugas melepaskan tali yang melingkari leher Balal yang matanya tertutup kain hitam.

Balal yang tak menyangka akan mendapatkan maaf dari Samerah, langsung memeluk wanita itu sembari menangis. Maaf yang diberikan Samerah membuat Balal akan menjalani hukuman penjara dan bukan eksekusi mati.

Diberitakan Associated Press, tak hanya Balal yang terkejut dengan sikap Samerah, masyarakat yang hadir menyaksikan hukuman gantung itu, benar-benar dibuat takjub dengan sikap Samerah.

Sebelum eksekusi hukuman gantung dilakukan, Samerah berpidato di depan tiang gantungan dan di depan orang-orang yang menyaksikan eksekusi tersebut. Dalam pidatonya, Samerah menolak memberikan maaf kepada Balal, bahkan ia memarahi orang-orang yang selama ini mendesaknya memaafkan Balal.

"Apakah Anda tahu apa yang saya alami selama bertahun-tahun ini, ketika hidup saya terasa seperti racun?” ujar Samerah.

Kepada surat kabar setempat, Shargh, Samerah mengatakan, dirinya memang menolak memaafkan Balal, meskipun selama bertahun-tahun muncul desakan agar ia memaafkan Balal. Bahkan ketika Abdollah Hosseinzadeh, anaknya yang tewas karena tikaman Balal, muncul dalam mimpinya dan memintakan maaf untuk Balal, Samerah mengaku masih tetap belum bisa memberikan maaf itu.

Samerah dan suaminya memang menerima permintaan dari seniman terkenal, para pelatih sepak bola, dan warga kota untuk memaafkan Balal. Mereka dimohon menerima diyat atau uang darah dan mencegah eksekusi, sebagaimana dimungkinkan dalam hukum yang diterapkan di Iran.

Perubahan sikap Samerah terjadi setelah Balal memohon maaf kepadanya di bawah tiang gantungan. Samerah yang menampar Balal setelah mendengar permohonan itu, justru memberikan maaf kepada Balal. "Saya merasa nyaman dan memaafkannya," tutur Samerah.

Peristiwa yang menyebabkan Abdollah Hosseinzadeh tewas, terjadi di Kota Nour, Iran pada tahun 2007. Dalam sebuah perkelahian di jalanan, Balal menikamkan pisaunya ke tubuh Abdollah Hosseinzadeh yang saat itu sama-sama berusia 17 tahun. Balal sebenarnya bukan orang asing bagi Abdollah Hosseinzadeh, karena Balal adalah murid ayahnya, mantan pemain sepak bola lokal yang sekarang menjadi pelatih.

Peristiwa yang dialami Balal benar-benar membuat yang menyaksikannya meneteskan air mata, bagaimana seorang ibu dapat mengalahkan rasa cintanya kepada sang anak dengan rasa kemanusiaannya. Bertahun-tahun desakan permintaan maaf tak mempan, pengampunan itu datang dengan cara dramatis.* Uma/berbagai sumber – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya