Es Krim Viagra, Cara Kuliner Merangsang Gairah
APA jadinya jika viagra dijadikan es krim? Apakah es krim viagra memiliki efek yang sama seperti mengonsumsi tablet Viagra secara langsung?
Adalah Charlie Francis, seorang pengusaha kuliner yang menciptakan varian baru es krim, yaitu es krim viagra. Seperti dilansir Latintimes, Senin (14/4/2014), Charlie bukan orang baru untuk kreasi makanan penutup. Pemilik Lick Me I’m Delicious ini pernah menciptakan es krim raspberry mojito, es krim daging sapi panggang, dan es krim lobak.
Awal tahun ini, Charlie membuat debutnya dengan glow in the dark ice cream yang dibuat dengan protein dari ubur-ubur. Protein ubur-ubur bisa diaktifkan dengan zat kalsium, sehingga es krim akan mulai bersinar setelah konsumen menjilatnya.
Kali ini Charlie menciptakan es krim viagra yang merupakan permintaan khusus dari kliennya yang seorang selebritis. Charlie tidak bersedia menyebutkan nama sang selebritis, karena ia terikat perjanjian untuk merahasiakannya.
"Saya hanya diizinkan untuk mengatakan bahwa kreasi itu untuk jamuan pesta, dan mereka sangat senang dengan hasil akhirnya," katanya, seperti dilansir dari Latintimes.
Charlie menuturkan, ia sudah terbiasa membuat es krim berbagai rasa untuk beragam acara. “Hingga pada suatu waktu, klien kami mendekati dan bertanya apakah mungkin membuat es krim viagra? Kami menghabiskan beberapa hari di dapur untuk meraciknya,” ujarnya.
Namun Charlie mau membagi informasi seputar bahan baku es krim viagra, Menurutnya, bahan bakunya menggunakan viagra atau sildenafil yang digunakan untuk mengatasi disfungsi seksual pada pria.
“Setiap sendok es krim ini mengandung 25 mg viagra, ya viagra yang sesungguhnya,” ujar Charlie yang memberikan julukan buat es krim viagra sebagai "Si Pembangkit Gairah".
Charlie membocorkan, karena viagra tidak mempunyai rasa, ia menambahkan sampanye untuk memberikan rasa nikmat. "Mudah ketika mencampurkan Viagra, tapi tidak ketika dengan sampanye, terasa lebih sulit," ungkapnya.
Mengenai perbandingan efek es krim viagra dengan tablet viagra, Charlie mengatakan bahwa efeknya sama. "Buktinya klien-klien sangat senang dengan hasil akhirnya," ujarnya.
Mengenai masa depan es krim viagra, Charlie mengatakan, mungkin saja dalam waktu dekat ia memproduksi secara umum untuk masyarakat. "Semua es krim bisa dipesan untuk setiap momen dan kebutuhan. Jadi, jika lebih banyak orang nantinya ingin es krim viagra buatan saya, saya bisa membuatkannya untuk mereka," ujar Francis.* Uma – kisuta.com


