Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan
Bra Ciptaan Microsoft

BH Pintar yang Bisa Mengendalikan Asupan Makanan

Minggu, 20 April 2014

DAILY Mail baru-baru ini memberitakan , perusahaan software terbesar di dunia, Microsoft tengah mengembangkan bra yang bisa memperingatkan wanita untuk mengendalikan mengonsumsi makanan enak seperti cokelat, cake, keripik kentang, dan es krim. Bra ini bisa memprediksi kapan kemungkinan wanita makan-makanan enak tersebut secara berlebihan dan memberitahunya untuk menghindari itu.

Pemimpin penelitian dan psikolog, Mary Czerwinski mengatakan, bra ciptaan Microsoft ini membantu wanita agar lebih sadar dengan apa yang terjadi. Wanita yang menggunakan bra ini, bisa mengubah perilakunya menjadi lebih terkontrol. Tidak langsung meraup makanan ketika mengalami mood yang negatif.

Menurut Mary, alasan orang makan berlebihan seringkali berkaitan dengan respon fisiologis maupun psikologis. "Banyak orang langsung mencari makanan berkalori tinggi seperti donut, ketika mereka stres. Tapi kecenderungan ini bisa diatasi, salah satunya dengan teknologi ini," ujarnya.

Dalam tulisannya yang berjudul 'Food and Mood: Just-in-Time Support for Emotional Eating', Mary mengatakan, pakaian dalam high-tech ini memiliki sensor yang ditanamkan pada kantong kecil yang berada di dalam cup bra. Bra ini juga dilengkapi dengan panel yang bisa mendeteksi perubahan detak jantung, temperatur kulit dan tingkat stres --yang kerap jadi pemicu makan berlebihan.

Semua data tersebut kemudian diteruskan ke aplikasi smartphone via Bluetooth. Jadi saat hasrat makan cake atau cokelat muncul, sensor tersebut akan memberi alarm dengan segera. "Menggunakan data ini, kami bisa mendeteksi akurasi rangsangan hingga 75 persen dan emosi 72,62 persen," tulisnya.

Bra Microsoft ini belum lama ini diujicobakan kepada empat sukarelawan selama empat hari. Menurut Mary, hasilnya cukup menjanjikan dan keakuratannya tinggi.

Meskipun hasilnya efektif, bra ini masih perlu beberapa perbaikan. Salah satunya ketahanan baterai. Sebab dalam percobaan pertama, sensor dan panel yang terhubung ke aplikasi smartphone dayanya cepat habis dan harus diisi ulang setiap tiga hingga empat jam.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya