Cetak Gol Bunuh Diri, Paulo Afonso Menangis di Lapangan
MENYESAL karena melakukan gol bunuh diri membuat pemain sepak bola Paulo Afonso Santos Júnior sangat menyesal. Paulo benar-benar terpukul karena golnya membuat timnya, Real Betis Balompié harus menelan kekalahan dari tim sepak bola Rayo Vallecano de Madrid.
Sambil menangis terisak, pesepakbola berusia 31 tahun ini meminta kepada pelatih untuk menariknya ke luar lapangan. Meski teman-temannya membesarkan hatinya, namun Paulo kadung menyesal dan tetap meminta supaya diganti. Manajer tim, Gabriel Calderón tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan pemainnya yang benar-benar putus asa itu.
Saat meninggalkan lapangan, Paulo yang masih menangis, mendapat tepuk tangan bergemuruh dari penonton. Entah tepuk tangan simpati atau mengejek, namun yang pasti Paulo sudah tidak memperhatikan karena diliputi perasaan sedih.
Mengapa Paulo begitu terpukul? Pria kelahiran Lagoa Santa, Brasil ini telah membuat posisi timnya semakin buruk pada laga sepak bola Primera Division. Sebelum bertanding melawan Rayo Vallecano de Madrid, posisi Real Betis Balompié sudah menjadi juru kunci. Tim ini terpaut 10 poin dari posisi aman dengan empat pertandingan tersisa.
Peluang untuk bertahan sangat kecil, dan Paulão membuat kondisi timnya lebih buruk saja. Melawan Rayo Vallecano de Madrid, Paulão mencetak sebuah gol bunuh diri. Sebuah gol bunuh diri yang membuat Rayo unggul dua gol karena gol pertama Rayo dicetak dengan cara memanfaatkan kesalahan yang ia buat.
Jelas sekali bagaimana Paulo begitu terpukul membawa timnya masuk jurang. Meskipun rekan-rekannya dan para pemain Rayo berusaha sebaik mungkin untuk menghibur dan menguatkan dirinya, namun Paulo tak bisa menutupi kekecewaannya. Dalam foto terlihat Paulo tertunduk menahan sedih saat dihibur teman-temannya.* Uma – kisuta.com


