Pilot Wanita Pertama di Arab Saudi
DI sebagian jazirah Arab, wanita tidak diperbolehkan mengendarai mobil, apalagi mengendarai pesawat alias menjadi pilot. Namun, larangan itu tak berlaku bagi Hanadi Al-Hindi yang sudah belajar mengemudikan burung besi itu sejak tahun 2002. Dialah yang bakal menjadi pilot wanita pertama di Saudi yang diberikan izin terbang.
Dilansir dari harian Arab News, awal pekan ini, perempuan berusia 35 tahun itu berhasil memperoleh izin terbangnya dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (GACA) di Saudi. Wanita yang mengenakan jilbab ini akan mulai menerbangan pesawat kecil dan mewah dari perusahaan penerbangan Kingdom Holding Company (KHC) milik Pangeran Alwaleed Bin Talal.
Meskipun juru bicara GACA, Khaled Al-Khaibary tidak membenarkan maupun membantah informasi soal pilot Al-Hindi, namun informasi diperoleh Al-Hindi. Dihubungi saat berada di Amerika Serikat, Al-Hindi membenarkan informasi itu.
“Wanita Saudi dapat melakukan pekerjaan apa pun yang sebelumnya hanya boleh dilakukan oleh kaum laki-laki," katanya.
Kemampuan wanita yang belajar menjadi pilot di Akademi Penerbangan Timur Tengah di Amman, Yordania ini, sudah tak diragukan lagi. Sayangnya, keahliannya menerbangkan pesawat komersial ini tak bisa dilakukannya di tanah kelahirannya.
"Sangat sulit menjadi seorang pilot tetapi tidak bisa menerbangkan pesawat di negaranya sendiri," ujar Al-Hindi yang dikutip kantor berita BBC.
Al-Hindi mengungkapkan, keluarganya, terutama sang ayah sangat mendukung kariernya menjadi seorang pilot. Al-Hindi yang lahir dan dibesarkan di Mekah, sangat bahagia akhirnya mimpinya bisa terwujud.
Dalam foto terlihat Al-Hindi berfoto bersama Pangeran Alwaleed Bin Talal, pemilik Kingdom Holding Company.* Uma – kisuta.com


