Pendaki Indonesia Pertama yang Menaklukkan 7 Puncak Dunia
PERAWAKANNYA seperti kebanyakan orang Indonesia, sedang-sedang saja. Namun, siapa sangka Sofyan Arief Fesa seorang pendaki hebat kelas dunia. Mahasiswa pascasarjana di Universitas Parahyangan Bandung ini pendaki Indonesia pertama yang mencatatkan diri sebagai penakluk tujuh puncak dunia.
Dalam acara Super Mentor, seperti dikabarkan merdeka.com, Jumat (25/4), Ian, begitu ia akrab disapa, berbagi pengalamannya bediri di puncak dunia: Carstenz Pyramid (Indonesia), Kilimanjaro (Afrika), Elbrus (Rusia), Vinson Massif (Antartika), Aconcagua (Argentina), Everest (Nepal) dan Denali (Alaska).
Diungkapkannya, pendaki ke Puncak Carstensz adalah pendakian pertamanya sebelum merampungkan 7 puncak tertinggi sedunia (World Seven Summits) tahun 2009-2011.
"Waktu itu Februari 2009, sebenarnya secara nggak sengaja. Tujuan utamanya observasi dan eksplorasi di daerah barat Carstensz. Ada penelitian flora-fauna hampir 1 bulan, kemudian mendaki Carstensz," tutur nya. 
Semula banyak orang yang meragukan kemampuan pria dengan satu anak ini. Apalagi secara fisik dia kelihatan tidak punya kemampuan mendaki gunung.
"Di Vinson Antartika kami ditanyai ngapain orang tropis main di sini. Enggak semua orang juga bisa masuk benua Antartika karena ada benua juga yang diisolasi jadi semua yang kita makan dan kita buang itu harus dibawa kembali," cerita Ian malam itu di Ballroom Teater Jakarta.
Bak di film-film Hollywood, dia bersama teman-temannya juga nyaris kehilangan nyawa akibat sulitnya jalur pendakian mereka.
"Di Gunung Everest ada badai besar dan saya tersapu longsor salju dengan ketinggian 3.000 m. Itu luck saya bisa hidup. Saat itu tidak ada tempat bersembunyi saya pasrah saja, ketika saya buka mata ternyata saya hidup. Dengan peralatan yang saya punya saya berusaha untuk bertahan hidup," kenang Ian.
Yang membanggakan, bersama empat temannya Ian berhasil membuka rute baru di Gunung Elbrus. Penemuan ini mendapat penghargaan dari Rescuer Elbrus atau polisi gunung di Elbrus.
"Kita start itu dengan orang Rusia tapi karena sama-sama enggak ngerti bahasanya jadi kita pisah saja akhirnya kita sendiri saja ke sana dan membuat jalur hiking Indonesia Route," ucapnya bangga. 
Baginya suatu kebanggaan besar bisa mengibarkan merah putih di tujuh puncak dunia. Pesannya hanya satu "Langkah pertama sangat berarti untuk kesuksesan kita."* das – kisuta.com


