Demi Uang Tebusan, Pengusaha Berutang Itu Merancang Penculikan Dirinya
INGIN mengumpulkan uang 500 rupee untuk membayar utang pembelian mobil minitruck yang diidamkannya, Sumit Bairagi nekad merancang penculikan palsu dirinya sendiri. Sayangnya akal-akalan anak pengusaha asal Indore, Madhya Pradesh, India Utara ini tercium polisi hingga akhirnya Sumit digelandang ke kantor polisi.
Menurut Malaysia Nanban, kisah penculikan palsu ini berawal dari laporan seorang pria bernama Arun tentang kehilangan anaknya bernama Sumit Bairagi pada 13 Maret 2014. Arun melaporkan, sehari setelah anaknya hilang, ia menerima telpon dari anaknya yang memberitahukan telah diculik oleh kelompok gerilyawan komunis.
Sumit kepada ayahnya mengatakan bahwa penculiknya meminta tebusan sebesar 1 juta rupee. Sang ayah meminta kepada Sumit untuk menawar kepada penculik supaya tebusan diturunkan setengahnya. Penculik menyetujui tawaran Arun hingga uang tebusan hanya 500.000 rupee.
Setelah uang tebusan disetujui, tiga hari kemudian Sumit kembali. Kepada keluarganya, Sumit mengatakan bahwa dirinya diculik oleh ekstremis di dekat penyeberangan Asaram Bapu di Indore dan kemudian dibawa ke hutan dekat Chattisgarh. Mendengar pengakuan Sumit, keluarganya percaya saja.
Alibi Sumit nyaris berhasil kalau saja seorang penduduk tidak melapor kepada polisi bahwa ia melihat Sumit sedang kongkow dengan teman-temannya pada saat dilaporkan hilang. Polisi yang menerima laporan tersebut langsung memanggil Sumit untuk dimintai keterangan.
Sumit akhirnya mengakui bahwa ia sengaja merancang penculikan dirinya demi mendapatkan uang untuk melunasi utang-utangnya.* Uma – kisuta.com


