Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Pendiri Facebook, Dustin Moskovitz

Orang Muda Terkaya di Dunia Ini Sangat Bersahaja

Rabu, 7 Mei 2014

“SAYA tidak pernah merasa uang itu milik saya. Uang adalah resource, sesuatu yang bisa kita gunakan untuk membuat dunia lebih baik”.

Demikian kalimat bijak yang disampaikan oleh Dustin Moskovitz yang sangat menginspirasi. Siapa sesungguhnya Dustin Moskovitz? Bagi sebagian orang pasti sudah mengenalnya. Bersama Mark Zuckerberg, Dustin mendirikan Facebook, jejaring sosial yang sangat terkenal di dunia.

Berkat sahamnya di Facebook, teman sekamar Mark Zuckerberg saat masih kuliah ini, mempunyai kekayaan nyaris mencapai Rp50 triliun saat berusia 27 tahun. Pria kelahiran 22 Mei 1984 ini, merupakan salah satu teknisi terkuat di Facebook.

Meskipun kekayaannya memungkinkan Dustin untuk hidup foya-foya, namun pria ramah ini tidak tertarik dengan gaya hidup mewah. Dengan kakayaan sebesar itu, Dusin masih ke kantor mengendarai sepeda dan bepergian masih tetap naik pesawat kelas ekonomi.
.

Soal kebiasaan Dustin naik pesawat kelas ekonomi, diakui oleh Victorial Barret. Reporter Majalah Forbes ini sempat heran ketika memergoki Dustin yang baru diwawancarainya setelah dinobatkan sebagai orang muda terkaya di dunia, antre masuk pesawat kelas ekonomi, padahal ia mampu membeli tiket kelas eksekutif, bahkan membeli jet pribadi.

“Apa salahnya? Penerbangan ini nyaman sekali,” begitu jawab Dustin ketika Victoria menanyakan alasannya naik pesawat kelas ekonomi, bukan kelas bisnis bahkan eksekutif.

Kehidupan Dustin memang sangat jauh dari kemewahan, justru sangat bersahaja. Bersama sahabatnya, Mark Zuckerberg, mereka mendukung program Bill Gates untuk menyumbangkan setengah dari kekayaannya untuk yayasan amal “Bill and Melinda Gates Foundation” yang mengatasi berbagai masalah kronik di dunia.

Setali tiga uang dengan Mark Zuckerberg, Dustin tak ingin uang mengubah hidupnya dan pribadinya yang sederhana. Dustin tak ingin uang mengendalikannya, ia justru mengendalikan kekayaannya untuk memberikan arti bagi dunia.

Sikap Dustin ini bukan karena ia pelit, namun karena ia memang tipe pekerja keras. Kekayaan tidak membuatnya berhenti bekerja. Keluar dari Facebook dengan kekayaan nyaris Rp50 triliun, Dustin justru mengembangkan Asana, sebuah website project manajemen canggih yang digunakan oleh banyak orang dan perusahaan.

Satu hal lagi yang patut dicatat, Dustin telah berkomitmen, saat meninggal kelak, ia tidak akan mewariskan banyak harta kepada anaknya. Dustin ingin seperti Warren Buffet, yang menyumbangkan 99% hartanya untuk amal ketika meninggal dunia.

Sungguh prinsip hidup yang patut ditiru. Di saat orang lain menjadikan kekayaan sebagai alat untuk memuaskan nafsu, seorang pria muda dengan kekayaan begitu melimpah, justru telah mengabdikan diri untuk kepentingan orang banyak lewat kekayaan yang dimilikinya.* Uma/berbagai sumber – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya