Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan
Banyak Diderita Penduduk Desa Araras, Brasil

Penderita XP, Kulit Meleleh Jika Terpapar Matahari

Selasa, 13 Mei 2014

MATAHARI merupakan “sumber” kehidupan bagi manusia. Namun, bagi penduduk sebuah desa di Brasil, matahari tak sekadar menjadi “sumber” kehidupan, namun juga menjadi “musuh” bagi kehidupan mereka.

Mengapa begitu? Ternyata paparan sinar matahari bisa membuat penduduk desa bernama Desa Araras ini meleleh. Ya, sebagian penduduk desa yang terletak di San Paulo, Brasil ini mempunyai penyakit kulit bvernama xeroderma pigmentosum (XP).

Dikutip dari Daily Mail, penyakit yang ditularkan secara turun temurun ini, membuat penderitanya sensitif terhadap sinar ultraviolet matahari. Kondisi tersebut menyebabkan penderita XP sangat rentan terhadap kanker kulit. Mereka juga tidak mempunyai kemampuan memperbaiki kerusakan kulit yang disebabkan oleh sinar matahari, sehingga kulit mereka menjadi kemerahan seperti dipanggang.

Meskipun penduduk sudah berusaha mengurangi waktu kontak dengan sinar matahari serta menggunakan baju lengan panjang, masker, dan lebih banyak berada di luar rumah pada malam hari, namun tetap saja mereka tak bisa 100% menghindari matahari. Apalagi sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai petani, sehingga mereka tidak bisa menghindari aktivitas di luar ruangan dan kontak dengan sinar matahari.

Bukannya tanpa risiko jika penduduk Desa Araras ini melakukan kontak dengan sinar matahari. Mereka harus mengalami kerusakan kulit yang semakin parah, karena berjam-jam wajah dan tubuhnya terpapar sinar matahari. Meskipun paparan sinar matahari terhalangi oleh topi, namun tetap saja mereka merasakan sengatan sinar matahari sangat menusuk.

Seperti disampaikan oleh Antonio Jardim, seorang penderita XP yang merasa menderita dengan penyakitnya. “Aku selalu terekspos matahari, bekerja, bercocok tanam, bertani, dan merawat sapi. Seiring waktu berlalu, kondisiku semakin parah,” tutur pria berusia 38 tahun ini.

Jardin yang sudah menderita XP sejak berusia 9 tahun ini, saat ini kondisinya semakin parah. Penyakit XP sudah menyebar ke kulit bibir, hidung, pipi, dan mata. Sebagian dari penderita XP juga mengalami kejang otot, tuli, dan lambatnya pertumbuhan.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya