Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Idiiih...

Diiming-imingi Jadi Model Lewat Facebook, Siswi SMP Ini Jadinya Dicabuli

Sabtu, 17 Mei 2014

MODUS penipuan dan pencabulan melalui jejaring sosial Facebook kembali dan kembali memakan korban. Kali ini terjadi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Korbannya seorang siswi SMP yang notabene masih di bawah umur. Dia teperdaya dengan tawaran menjadi model dari sebuah komunitas hingga menjadi korban pelecehan dan pencabulan.

Dikabarkan Kompas.com, Sabtu (17/5), seorang siswi SMP di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menjadi korban pencabulan oleh orang-orang di sebuah komunitas. Kejadiannya, diawali dengan tawaran menjadi model kepada gadis di bawah umur itu melalui jejaring sosial Facebook.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Sumbawa, Jumat (16/5) siang. Saat itu korban didampingi ibu dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) serta P2TP2A (Pusat Penyuluhan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Kabupaten Sumbawa.

Kapolres Sumbawa AKBP Karsiman membenarkan adanya laporan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswi sebuah SMP yang masih tergolong anak di bawah umur. "Kami masih mendalami keterangan saksi, termasuk mengumpulkan sejumlah barang bukti guna menindaklanjuti kasus ini," ujar Karsiman ketika dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (17/5/2014).

Ketua LPA yang juga P2TP2A Kabupaten Sumbawa, Muhammad Ikraman, juga membenarkan adanya kasus tersebut. Pihaknya, kata Ikraman, akan terus memberikan advokasi atau pendampingan kepada korban agar kasus yang dinilai berbahaya bagi masa depan generasi muda ini dapat segera diungkap dan ditindaklanjuti.

Dikatakan Ikraman, dari informasi yang diperoleh masih ada korban lainnya. Hanya pihaknya kesulitan untuk mengidentifikasi mengingat kasus ini terbilang aib dan korbannya cenderung tertutup dan sulit berterus terang. Pihaknya berharap aparat kepolisian mampu mengungkap kasus tersebut sebagai bentuk pencegahan agar tidak banyak jatuh korban lainnya.

"Kami mengimbau agar para remaja waspada dan tidak cepat terperdaya dengan bujuk rayu seseorang, terlebih komunitas yang tidak jelas keberadaannya," imbau Ikraman.

Menurut Ikraman, modus penipuan ini diawali ketika para pelaku menawarkan pekerjaan menjadi model melalui Facebook. Pelaku mengabadikan pose gadis remaja yang berminat dengan kamera foto serta direkam untuk dijadikan video klip produk tertentu.

Para pelaku memberi iming-iming bahwa korbannya akan menjadi terkenal sehingga dapat menunjang kariernya di masa depan. Tentu saja tawaran yang menggiurkan ini langsung diterima korban. Pada akhirnya, korban akan dijadikan korban pelecehan seksual.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya