Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Wang Benyu

Bebas Setelah Dibui 20 Tahun, Pria Ini Dibanjiri Lamaran Pernikahan

Minggu, 25 Mei 2014

DIBEBASKAN dari hukuman setelah 20 tahun mendekam di penjara, pria 60 tahun ini langsung dibanjiri tawaran pernikahan. Lho?

Seperti dikabarkan Kompas.com yang melansir Daily Mail, belum lama ini, Wang Benyu (60), pria China yang dihukum secara salah dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan, mendapat kompensasi senilai 1,5 juta yuan (setara Rp 2,7 miliar). Uang kompensasi ini, agaknya, banyak menarik perempuan hingga Wang dibanjiri tawaran pernikahan.

Wang, yang dulunya seorang petani, selalu berkeras bahwa dirinya tak bersalah atas kejahatan yang terjadi pada 15 Desember 1994. Malam itu, teman sekamarnya di sebuah asrama para pekerja pertanian di Baotou, Li Yanming, memerkosa dan membunuh seorang gadis yang ia bawa ke kamar mereka.

Awalnya, Li mengancam akan membunuh Wang jika dia melaporkan kejahatan itu kepada polisi. Ketika Wang menolak, Li berlutut dan menangis seraya memohon kepada Wang untuk merahasiakan hal itu. Permintaan itu akhirnya disetujui Wang.

Namun, Li membuang mayat itu, lalu melarikan diri, dan meninggalkan Wang berada dalam bingkai kejahatan tersebut.

Wang akhirnya dijatuhi hukuman penjara karena pemerkosaan dan pembunuhan. Ia nyaris mendapat hukuman mati pada November 1996. Ia pun menghabiskan waktunya di penjara yang brutal tempat ia memperoleh makanan yang buruk, kerja paksa, dan pikiran bahwa ia akan mati di balik jeruji besi. Ia tidak pernah lagi melihat keluarganya di kota Baotou di Wilayah Otonom Mongolia Dalam di China utara.

Walau tidak pernah berhenti menegaskan dirinya tidak bersalah, ia mengatakan, "Saya menerima hidup di penjara. Saya pasrah mati di penjara."

Namun, tahun 2012, Li tertangkap di Beijing atas kejahatan lain, serta mengaku telah memerkosa dan membunuh gadis itu pada 1994.

Pada September 2013, hukuman terhadap Wang pun diubah. Ia hanya mendapat hukuman tiga tahun penjara. Belum lama ini, Wang menerima kompensasi untuk tahun-tahun yang ia lalui di penjara karena hukuman yang salah itu. Pihak berwenang juga mengajaknya makan di restoran dan memberinya sebuah flat.

Pada saat ia dihukum, ia telah menikah dan punya satu anak. Namun, istrinya kemudian menceraikannya ketika ia dihukum.

Kini ia memutuskan ingin menikah lagi, dan lamaran pernikahan pun membanjirinya. Dia berkata datar, "Saya sedih bahwa tawaran (pernikahan itu) lebih karena uang saya bukan karena diri saya. Saya pikir saya akan lebih baik jika sendiri saja."* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya