Dukun Cabul Banyuwangi: 9 Kali Intimi Siswi Madrasah untuk Mengeluarkan Anak Jin dalam Perut
SUNGGUH mulus modus cabul dukun dari Banyuwangi ini. Berdalih mengobati, sang dukun berhasil mencabuli pasiennya, seorang siswi madrasah aliyah (setingkat SMA) hingga sembilan kali. Pengobatan cabul ini dilakukannya sebagai upaya mengeluarkan anak jin yang bersemayam dalam perut siswi madrasah itu.
Dikabarkan Kompas.com, Selasa (27/5/2014), Hapidin (43), seorang dukun warga Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tega mencabuli NI (17), siswi kelas 3 madrasah aliyah. Ironisnya, dari sembilan kali pencabulan, tujuh kali di antaranya dilakukan pelaku di rumah korban.
Pencabulan ini bermula ketika NI sering mengalami kesurupan sejak tahun 2013 lalu sehingga orangtua korban berinisiatif membawa korban ke Hapidin untuk diobati.
"Pertama kali korban dicabuli pada 25 April 2014 di sungai dekat rumah korban. Saat itu, orangtua korban dilarang untuk menemani, dan akhirnya berlanjut sampai sembilan kali dan terakhir kali pada 21 Mei 2014. Selain di sungai, korban juga dicabuli di rumahnya sendiri dan juga di rumah tetangganya," ujar AKP Imron, Kapolsek Kabat, kepada Kompas.com, Selasa (27/5/2014).
Karena setiap pengobatan korban dilarang ditemani, akhirnya orangtua NI curiga dan menanyakan proses pengobatan yang dilakukan pelaku. "Karena didesak, akhirnya korban mengakui dicabuli oleh pelaku. Akhirnya, orangtua melaporkan secara resmi ke pihak kepolisian, dan kami mengamankan pelaku di rumahnya," ujar AKP Imron.
Ketika ditanya wartawan, Hapidin menceritakan, di dalam perut NI bersemayam anak jin yang membuat NI sering kesurupan. "Kata ajaran guru saya ya memang seperti itu ngobatinnya. Awalnya dipijat dulu bagian kaki tangan dan punggung menggunakan handbody dan juga jahe. Saya juga pakai tangan dimasukkan ke dalam agar anak jinnya keluar," ujarnya.
Hapidin pun berdalih perbuatan yang dilakukan dengan NI atas dasar suka sama suka. "NI sering SMS saya dan menanyakan kapan dipijat lagi," ujarnya.
Saat ditanya apakah ia melakukan pencabulan terhadap korban lainnya, Hapidin mengatakan tidak. Selama ini, pasien yang datang kebanyakan lelaki. "Saya hanya melakukan ini ke NI dan nggak pernah sama yang lain," pungkas pria beranak satu tersebut.* das - kisuta.com


