Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan

Kerap Berdebat, Tiga Kali Lipat Memiliki Risiko Kematian Dini

Rabu, 28 Mei 2014

MENJELANG pelaksanaan Pemilihan Presiden 2014 di Indonesia, kita semakin sering disuguhi acara televisi yang menampilkan debat antara tim sukses calon presiden dan calon wakil presiden. Terkadang debat diwarnai dengan pernyataan-pernyataan bernada tinggi yang sarat dengan emosi.

Bukan hanya otot-otot terlihat menonjol jelas di leher-leher mereka yang berdebat, emosi pun kadang tak terkendali. Apabila tidak dibatasi, kemungkinan akan terjadi adu fisik.

Debat memang memicu emosi dan bagi yang tidak bisa mengendalikannya bisa menjadi kemarahan. Hati-hati bagi Anda yang sering berdebat karena alasan pekerjaan ataupun karena terpancing dengan situasi. Menurut penelitian, orang-orang yang sering berdebat, memiliki risiko kematian dini tiga kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang jarang berdebat.

Live Science dalam laporannya, Kamis (8/5/2014), mengutip hasil penelitian yang dilakukan oleh Rikke Lund, seorang profesor sosiologi medis di Universitas Kopenhagen, Denmark. Sang profesor mengatakan, sesekali berdebat tidak menjadi masalah. Namun jika berdebat dilakukan hampir setiap saat, kebiasaan itu akan berbahaya.

Lund yang melakukan penelitian terhadap hampir 10.000 pria dan wanita usia 36-52 tahun pada tahun 2000, menemukan adanya hubungan antara kebiasaan debat dengan kematian dini. Kesimpulan itu ditemukannya setelah sebelas tahun dari awal penelitiannya. Lund menemukan, 196 perempuan (4% dari responden) dan 226 pria (6%) telah meninggal dunia. Kematian sebagian besar diakibatkan oleh kanker dan sisanya akibat penyakit jantung , kecelakaan, bunuh diri dan penyakit hati akibat alkohol.

Lund menyimpulkan, orang-orang yang sering terlibat konflik dengan seseorang dalam lingkaran sosial mereka memiliki risiko meninggal hingga dua sampai tiga kali lebih tinggi selama masa studi dibandingkan dengan mereka yang tidak melaporkan sering terlibat konflik. Dalam penelitiannya, Lund menanyakan kepada responden tentang hubungan sosial sehari-hari mereka. Di antaranya tentang seberapa sering mereka berkonflik.

Menurut Lund, perdebatan berkepanjangan akan memicu stress. Hal ini bisa menyebabkan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, yang bisa berujung pada kematian dini.

Jadi, mulai sekarang berhati-hatilah dalam mengelola emosi, karena tak pandai mengelolanya bisa berujung pada stress. Akhirnya, ya seperti yang diduga oleh Lund, bisa memicu terjadinya kematian dini.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya