Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan
Sering Kenakan Celana Ketat

Wahai Wanita, Jangan Jadikan Organ Intimmu Sarang Bakteri dan Jamur

Sabtu, 31 Mei 2014

CELANA ketat dengan berbagai modelnya, sedang menjadi tren di kalangan wanita. Coba tengok di tempat-tempat umum, hampir dipastikan selalu ada wanita-wanita mengenakan celana ketat.

Para wanita, tahukan Anda jika terlalu sering mengenakan celana ketat tidak baik bagi kesehatan. Memang secara penampilan Anda terlihat menarik, tetapi dari segi kesehatan kebiasaan mengenakan celana ketat berdampak buruk pada kesehatan Anda.

Diberitakan detikHealth, Senin (26/5/2014), celana ketat mengakibatkan beberapa masalah terhadap wanita. Menurut dr. Hari Nugroho, SpOG. dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, masalah tersebut mulai dari nyeri berkepanjangan di area panggul akibat penekanan yang berlebihan dan lama hingga infeksi jamur, bakteri hingga parasit di vagina.

Dr. Hari juga mengingatkan, penggunaan celana ketat bisa mengakibatkan vagina tidak bisa “bernafas”. Padahal untuk menjaga keseimbangan asam basa, vagina membutuhkan pertukaran udara. Jika vagina tidak bisa bernafas, maka bakteri, jamur, dan parasit akan mudah tumbuh dan hidup di organ vital wanita ini. Jika terjadi infeksi di bagian ini, maka bisa naik ke atas menginfeksi area sekitarnya seperti saluran kencing, kandung kencing, dan rahim.

Apa gejala yang bisa dilihat dari sindrom celana ketat? Ada beberapa gejala yang mudah dikenali, yaitu terjadi perubahan warna cairan vagina yang semula putih menjadi kekuningan atau berwarna pekat. Gejala lainnya adalah, nyeri panggul, vagina gatal, dan terjadi iritasi kulit.

Dampak buruk dari penggunaan celana ketat juga disampaikan dr. Octaviano Bessa, spesialis penyakit dalam dari Stamford, Connecticut. Menurutnya, celana yang terlalu ketat dapat mengganggu motilitas dari usus. Hal inilah yang membuat seseorang merasa tidak nyaman atau sakit pada perut setelah dua atau tiga jam setelah makan.

Dr. Bessa bahkan pernah menemukan, beberapa wanita yang mengalami sindrom celana ketat menderita penyakit menular seksual seperti infeksi jamur, atau mengalami gejala lain seperti kram menstruasi, ruam serta gangguan pencernaan.

Ternyata, tidak sekadar mengikuti fashion saja saat kita memutuskan akan menggunakan celana dengan model tertentu. Perlu juga diperhatikan dampaknya bagi kesehatan. Bagi para wanita, tampaknya harus mulai mengurangi menggunakan celana super ketat karena ternyata bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan, terutama di sekitar organ intim Anda.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya