Selasa, 2 Juni 2026
Artikel Opini
Opini

Refleksi Hari Lahir Pancasila

Minggu, 1 Juni 2014

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat!

Peringatan Hari Lahir Pancasila.


TELAH
69 tahun berlalu, tepatnya sejak 1 juni 1945 hingga 1 juni 2014. Di depan Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung karno, M. Yamin, Soepomo dan kawan-kawannya menyampaikan pandangannya masing-masing mengenai fondasi atau dasar Negara Indonesia Merdeka ini yang selanjutnya disebut sebagai philosofische grondslag (dasar filosofis) atau sebagai pandangan hidup bagi Indonesia Merdeka.

Selama 69 tahun perjalanan bangsa ini, Pancasila telah melewati berbagai ujian, tantangan, dan rintangan bahkan sampai dinamika sejarah sistem politik, sejak zaman demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, era orde baru hingga demokrasi multipartai di era reformasi saat ini. Di setiap zaman Pancasila harus melewati alur dialektika peradaban yang menguji ketangguhannya sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia yang akan terus hidup dan takkan pernah berhenti untuk bernafas.

Kini di era reformasi sejak tahun 1998 pancasila seolah-olah tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tak lagi relevan untuk disertai dan disandingkan dengan zaman yang dewasa ini. Pancasila seolah hilang dari memory kolektif Bangsa, isinya sudah jarang diucapkan, dikutip,dan dibahas baik dalam konteks kehidupan ketatanegaraan, kebangsaan maupun kemasyarakatan. Pancasila seperti tersandar disebuah lorong sunyi justru ditengah denyut kehidupan bangsa Indonesia yang semakin hiruk-piluk dengan demokrasi dan kebebasan berpolitik.

Senat Mahasiswa FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia dengan ini akan terus berjuang mempertahankan keutuhan dan kehormatan pancasila dari berbagai serangan yang mencoba melenyapkannya. Pemuda adalah tonggak perubahan zaman dan benteng yang kuat untuk pertahanan negara merdeka ini ketika mereka mau bersatu padu untuk melawan segala bentuk kedzoliman. Kami meminta dan menuntut pihak UPI sebagai birokrat tempat kami menuntut ilmu dan mengembangkan daya Intelektual untuk bisa mendukung segala pergerakan kami, dengan pernyataan sikap yang tegas dan tuntutan sebagai berikut:

1. Menolak Pendidikan Mahal;
2. Membuat statemen yang tegas dari pihak rektorat bahwa tidak akan pernah terulang kembali cuti paksa bagi mahasiswa;
3. Memberika kebebasan ruang gerak bagi mahasiswa;
4. Turun tangan dalam segala bentuk konflik horizontal yang terjadi ditubuh mahasiswa; dan
5. Memberikan pencerdasan yang kholistik dalam dunia keorganisasian kampus.

Pada refleksi Pancasila 1 Juni 2014 saat ini kami akan melakukan Reaktualisasi dan Revitalisasi nilai-nilai pancasila dalam kehidupan Bangsa dan bernegara, dan siap mengahadapi permasalahan bangsa masa kini dan masa datang. Problema yang kita hadapi saat ini semakin kompleks baik dalam skala kampus, regional, nasional bahkan global. Dan semuanya memerlukan solusi yang tepat, terencana dan terarah dengan menjadikan nilai-nilai pancasila sebagai pemandu arah menuju hari esok Indonesia yang lebih baik.

Mudah-mudahan dalam peringat hari lahirnya pancasila ini kembali lahir anak-anak emas Bangsa Indonesia yang berasal dari Universita Pendidikan Indonesia untuk menyelamatkan Indonesia dari jurang kehancuran. Aamiin Yaa Robbal’aalamiin. Demikian rilis ini kami buat agar menjadi perhatian atas segala harapan dan cita-cita mulia kami.* Ganjar Darussalam - kisuta.com

Penulis adalah Ketua Umum Senat Mahasiswa FPIPS UPI Bandung. Aktif dalam beberapa organisasi kemahasiswaan, kerapkali memperhatikan perkembangan politik dan sosial Indonesia. Tulisan ini rilis resmi Senat Mahasiswa FPIPS UPI.


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya