Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Tren di Iran, Perceraian Dirayakan dalam Pesta Mewah

Selasa, 3 Juni 2014

PERCERAIAN biasanya ditangisi, namun bagi sebagian orang momen ini justru dirayakan lewat pesta meriah. Mungkin Anda tidak percaya kalau ada orang-orang yang merayakan perceraian.

Dikutip dari BBBC Indonesia, di Iran saat ini pesta cerai sedang menjadi tren. Wanita-wanita Iran yang bercerai, sengaja merayakannya dalam sebuah pesta yang memakan biaya cukup besar. Tak berbeda dengan pesta pernikahan, ada mempelai, ada kartu undangan, kue perceraian, dan juga undangan.

Uniknya, di kartu undangan tertulis kata-kata pengirim undangan tentang perceraian yang akan mereka hadapi. Di antaranya tertulis, "Saya sama sekali tidak merasa kehilangan" atau "Saya bersumpah tidak akan jatuh cinta lagi seumur hidup. Kalaupun sampai terjadi lagi, tidak apa-apa, asal bukan denganmu".

Hal yang berbeda di pesta perceraian adalah, selalu ada mawar hitam yang menandakan kedukaan. Selain itu, di pesta cerai, mantan suami menyerahkan mahar atau mas kawin kepada mantan istrinya. Di Iran, mahar diberikan tidak secara langsung, biasanya dicicil dan baru dilunasi ketika perceraian. Mahar di Iran cukup besar, bisa ratusan bahkan ribuan sekeh. Sekeh adalah emas dalam bentuk koin, satu sekeh senilai 5 juta riyal Iran.

Diberitakan koran konservatif setempat, Jomhuri-ye Eslami, pesta perceraian semakin banyak diselenggarakan di kota-kota di Iran, seiring meningkatnya angka pasangan suami istri yang bercerai.

Tahun lalu, terjadi peningkatan kasus perceraian sebesar 4,6% dan penurunan tingkat pernikahan 4,4%. Sekitar 20% pernikahan di Iran diakhiri dengan perceraian.

Tren pesta perceraian ini membuat cemas pejabat di Ibukota Teheran. Salah satu ulama konservatif Iran, Ayatollah Makarem-Shirazi telah menyampaikan ketidaksukaannya terhadap kecenderungan ini.

Sementara itu, wanita-wanita yang merayakan perceraiannya mengatakan, mereka sengaja merayakan perceraian dalam pesta karena ingin menatap kehidupan selanjutnya dengan ceria. Mereka tak ingin terbelenggu dalam suasana sedih pascaperceraian.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya