Tama, Kucing yang Menjadi Kepala Stasiun Kereta Api
DI Jepang, ada seekor kucing yang diangkat menjadi kepala stasiun kereta api. Tidak percaya? Tapi begitu kenyataannya, seekor kucing bernama Tama telah dipercaya menjadi Kepala Stasiun Kishi di Konokawa, Jepang.
Dikabarkan Oddity Central, Sabtu (5/4/2014), layaknya kepala stasiun, kucing berbulu putih belang hitam dan cokelat ini mempunyai kantor. Kucing lucu ini hanya bekerja selama empat hari dalam seminggu. Saat bertugas, Tama menggunakan atribut kepala stasiun, seperti topi polisi yang dilapisi emas dan lencana.
Lalu apa yang didapatkan Tama dari jabatannya itu? Menurut Oddity Central, selama menjabat sebagai kepala stasiun, Tama mendapatkan honor berupa makanan kucing.
Pasti Anda penasaran, apa tugas Tama sebagai kepala stasiun? Tama ternyata mempunyai tugas cukup berat. Bukan mengatur lalu lintas kereta api, namun lebih berat lagi, yaitu mendatangkan wisatawan ke Kota Kishi. Sebagai daerah perdesaan, Kota Kishi membutuhkan kunjungan wisatawan untuk menumbuhkan sektor pariwisatanya.
Tama lebih berfungsi sebagai duta pariwisata di Stasiun Kishi. Setiap hari, tugasnya menerima wisatawan yang ingin berfoto dengannya di kantornya yang luas dan dihiasi jendela-jendela besar.
Tama ternyata berhasil menarik wisatawan untuk datang ke Kishi. Terjadi lonjakan kunjungan wisatawan sekitar 10% , wisatawan terus berdatangan dari Hongkong dan Taiwan. Padahal sebelum Tama menjadi kepala stasiun, jalur kereta yang melewati stasiun Kishi mengalami penurunan sebesar 15 persen tiap tahunnya.
Perusahaan kereta api di Jepang, Wakayama Electric Railway, mengatakan bahwa setidaknya 20 ribu wisatawan mengunjungi kota kecil itu setiap tahunnya. Diperkirakan pendapatan gabungan dari penjualan tiket dan memorabilia seperti photobook dan penampilan komersial kucing lucu itu selama setahun telah mengasilkan pendapatan sebesar 1,1 miliar Yen atau sekira Rp120 miliar.
Tama adalah salah satu kucing yang berada di rumah penampungan kucing di Kinokawa. Rumah penampungan ini harus dikosongkan karena akan digunakan jalan kereta ke Stasiun Kishi.
Tahun 2006, setelah upacara pembukaan stasiun baru, seorang wanita tua yang merawat kucing meminta kepada presiden perusahaan kereta api, Mitsunobu Kojima, untuk membiarkan kucing-kucing itu terus hidup di dalam stasiun. Saat Kojima melihat Tama, ia yakin kucing itu ditakdirkan untuk menjabat sebagai kepala stasiun.
"Saat saya bertemu dengan Tama, saya langsung percaya Tama bisa menjadi kepala stasiun,” kata Kojima.* Uma – kisuta.com


