Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan
Terapi Kematian

Lebih Tenang dan Mendapat Pencerahan Setelah Keluar dari Peti Mati

Jumat, 6 Juni 2014

DI China dan Ukraina saat ini sedang nge-trend terapi peti jenazah. Terapi unik ini dipromosikan bisa mengatasi stress dan depresi.

Salah satu klinik psikoterapi di China yang menggunakan metode simulasi kematian dalam terapi peti jenazah mengkalim, pasien akan mendapatkan pencerahan dan merasa lebih baik usai terapi. Untuk saat ini, terapi masih dikhususkan kepada pasien dengan masalah kejiwaan.

Dilansir Daily News, salah satu terapis di klinik ini, Tan Yulong mengungkapkan, terapi dilakukan di ruangan khusus seluas lima m2 berisi peti jenazah. Layaknya orang akan meninggal dunia, pasien diminta untuk menulis pesan terakhir. Diiringi lagu proses kematian, pasien kemudian dibaringkan di dalam peti jenazah dengan bagian wajah yang ditutup selembar kain putih.

Terapi ini tak lama, hanya sekitar lima menit. Sesi terapi berakhir saat terdengar suara tangisan bayi. Terapis akan memutar musik ceria saat membuka peti dan menyambut pasien yang bangun dari peti mati.

Meskipun manfaat terapi ini terdengar tidak masuk akal, tetapi nyatanya banyak pasien yang mengklaim kalau perawatan ini benar-benar berkhasiat. Setelah menjalani terapi, mereka merasa seperti dilahirkan kembali.

Menurut Shenyang Suns Evening News yang dikutip Rocketnews24, setidaknya sudah ada 1.000 warga China yang merasakan perubahan positif dalam kondisi kejiwaan mereka sejak menjalani terapi ini. Seorang pasien bernama Fan mengaku, depresinya mulai berkurang dan pola pikirnya dalam memandang hidup berubah sejak mengikuti terapi kematian ini.

"Selama ini aku berpikir kalau yang paling aku inginkan dalam hidup adalah uang dan jabatan tinggi,” katanya.

Karena pemikiran ambisiusnya itu Fan jadi mengalami depresi akut, hingga pernah mencoba untuk mengakhiri hidupnya berkali-kali. Tetapi sejak mengikuti sesi terapi kematian, tujuan hidupnya berubah dan lebih fokus untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung. Kini hidupnya terasa menjadi lebih tenang dan berharga.

Sementara itu di Ukraina, terapi peti mati pertama kali diperkenalkan oleh Stepan Piryanyk, seorang perajin kotak di Truskavets, Ukraina. Dilaporkan Huffington Post, terapi itu menawarkan konsep sama dengan klinik psikoterapi di China tadi. Hanya saja di sini satu sesi berlangsung selama lima belas menit dan pasien bebas memilih untuk berbaring dengan peti tertutup atau terbuka.

Piryanyk mendapatkan ide terapi kematian dari neneknya. Sesuai tradisi keluarga, orang tuanya menyimpan sebuah peti mati di loteng. Suatu hari neneknya yang tinggal di apartemen memintanya untuk membuatkan sebuah perabotan untuk ditempatkan di kediamannya. Kemudian Piryanyk membuatkan sebuah sofa dari peti mati tadi untuk neneknya. Sang nenek menggunakan peti tersebut untuk berbaring santai di dalamnya setiap sore. Menurutnya kegiatan itu malah menjadikannya rileks.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya