Tempat Bernaung yang Lebih Baik, Ketika Kondisi Lingkungan Semakin Memburuk
CHINA terkenal dengan inovasi-inovasi di bidang konstruksi. Saat ini, negeri tirai bambu ini membuat terobosan baru lewat rencana membangun kota di atas laut. Tidak tanggung-tanggung, luas kota mengapung yang mulai dibangun tahun 2015 ini mencapai lima miliar meter persegi.
Mengutip artikel di Kompas.com, desain kota mengapung pertama yang tampil ke permukaan adalah desain buatan AT Design Office dan perusahaan konstruksi asal China, CCCC. Perusahaan CCCC sudah mulai membangun jembatan sepanjang 31 mil (sekitar 49 kilometer) yang menghubungkan Hongkong, dan Macau. Teknologi yang sama akan digunakan untuk membangun kota mengapung di China. Nantinya, blok-blok prefabrikasi disatukan menjadi dasar pulau seluas 10 kilometer persegi. Nantinya, penduduk China yang bermukim di kota ini tidak perlu pergi ke pulau utama untuk bekerja. Tempat kerja, apartemen, hiburan, dan taman, semuanya akan disediakan di pulau tersebut.
Rencana kota di atas laut ini banyak dikritik, karena dianggap sebagai proyek prestisius. Arsitek AT Design Office, Anthony Phan pun mempunyai penilaian yang sama. Namun ketika rencana tersebut sudah diaplikasi dengan teknologi konstruksi yang dimiliki CCCC, Phan baru menyadari bahwa proyek tersebut bukan mustahil.
Pembangunan pulau di atas laut ini sudah sangat matang dan telah mempertimbangkan banyak hal, termasuk pasokan energi listrik. Untuk memasok energy listrik, dimanfaatkan pergerakan air laut dan sampah yang dihasilkan penduduk. Kota ini pun dirancang memiliki pabrik yang akan memasok kebutuhan penduduknya. Sedangkan kebutuhan makanan, akan dipenuhi dari peternakan dan pertanian yang juga dibuat di kota ini.
Kota buatan futuristik ini juga akan memiliki ruang terbuka hijau, baik di atas ataupun di dalam air. Kota ini juga dirancang untuk memiliki taman vertikal yang menghubungkan dua lapisan, dan berfungsi sebagai tempat berpindahnya kapal selam dari satu blok ke blok lainnya. Terowongan-terowongan akan dibangun untuk menjadi penghubung antarbangunan, termasuk jalur untuk pejalan kaki dan jalan untuk mobil listrik.
Segala aspek telah dipikirkan baik-baik, termasuk mengenai meningkatnya air laut karena perubahan iklim, yang akan turut menaikkan pulau ini juga. “Kami terinspirasi oleh optimisme untuk menemukan tempat bernaung yang lebih baik bagi umat manusia, ketika kondisi lingkungan semakin memburuk,” jelas Phan.* Uma – kisuta.com


