Kisah Pilu Gadis, 7 Tahun Jadi Budak Seks Ayah Tirinya
SUNGGUH pilu nasib Gadis (19), sebut saja begitu. Selama 7 tahun ia harus menjadi budak seks ayah tirinya.
Wanita muda asal Kabupaten Lahat yang bekerja di Kota Lubuklinggau, sejak duduk di bangku kelas 3 SMP menjadi pelampiasan nafsu bejat Nurdin (58) yang merupakan ayah tirinya.
Terbongkarnya kasus asusila ini, seperti dikabarkan okezone.com, Minggu (8/6), ketika sang ayah tiri akan melakukan aksi bejatnya di tempat kos korban, di Jalan Garuda Hitam, Kelurahan Pasar Permiri, Kota Lubuklinggau, Sabtu (7/6) sekira pukul 23.00 WIB. Merasa tidak tahan lagi, Gadis berontak dan berteriak minta tolong. Selanjutnya, Gadis ditemani ibu kos melapor ke polisi.
Di hadapan penyidik Gadis menceritakan, peristiwa pemerkosaan tersebut telah terjadi sejak 2008, saat dia masih duduk dibangku kelas 3 SMP. Ayah tirinya itu tega memaksa dirinya untuk melakukan hubungan layaknya suami istri saat ibu kandungnya tidak berada di rumah.
Dengan sebuah ancaman, akhirnya Nurdin berhasil merenggut mahkota kegadisan Gadis. Nurdin melontarkan kalimat akan meninggalkan Gadis dan ibu kandungnya dan tidak akan mengurusnya. "Kata Bapak, kalau tidak mau melayaninya, maka ibu dengan aku akan ditinggal pergi. Karena dipaksa saya menurut saja," jelas Gadis.
Gadis menambahkan, setelah berhasil memperkosa dirinya, ayah tirinya terus meminta untuk dilayani hingga puluhan kali baik dilakukan di Lahat maupun di Lubuklinggau. Setiap meminta untuk dilayani selalu mengancam dengan kalimat yang sama, yaitu akan meninggalkan dia dan ibunya serta tidak akan memberi uang jajan lagi kepada dirinya.
Bukan itu saja, setiap habis dicabuli, Gadis pun dipaksa menelan pil KB yang telah disiapkan Nurdin. Hal itu diceritakan Gadis untuk mencegah kehamilan yang terjadi sehabis melakukan hubungan intim."Saya dipaksa nelan pil itu, katanya biar tidak hamil, karena selalu diancam saya nurut saja," jelas Gadis.
Parahnya lagi, sebelum aksi perkosaan tersebut dilakukan ayah tirinya, saat berumur 11 tahun tepatnya pada 2005 silam, ayah tirinya juga telah meraba-raba organ vital Gadis secara berulang kali.
Puncaknya, pada Sabtu (7/6) kemarin, Nurdin yang baru tiba dari kampungnya di Lahat datang menemui Gadis di tempat kosnya. Lagi-lagi kedatangan sang ayah tiri hanya untuk memuaskan nafsu setannya.
Namun, karena Gadis tidak tahan menjadi budak seks Nurdin, sehingga ia pun berinisiatif berteriak meminta pertolongan. "Saya sudah tidak tahan dengan kelakuan Nurdin, ini yang ketiga kalinya dilakukan di kos tempat saya tinggal, akhirnya saya teriak minta tolong dan beruntung pemilik kos yang datang menyelamatkan saya hingga ditemani untuk melaporkan peristiwa itu di kantor Polisi," jelasnya.* das - kisuta.com


