Kelak, Air Seni Jadi Sumber Energi Listrik
KETERGANTUNGAN penduduk dunia terhadap minyak bumi sangatlah tinggi, padahal minyak bumi merupakan energi tak terbarukan sehingga pada suatu saat akan habis. Menyadari ketersediaan minyak bumi semakin hari semakin menipis, manusia mulai berpikir untuk mencari energi alnernatif.
Daily Mail baru baru ini memberitakan, sekelompok ilmuwan asal Korea Selatan berhasil menemukan energi alternatif yang bersumber dari urin atau air seni manusia. Mereka berhasil menemukan bahwa atom karbon yang dikandung urine bisa menghasilkan bahan bakar alternatif untuk menghasilkan listrik bagi kepentingan rumah tangga, kendaraan, hingga penerangan di kota.
Penemuan para peneliti dari Korea Selatan ini sangat menggembirakan. Maklum saja, setiap harinya penduduk dunia diperkirakan menghasilkan kurang lebih 10,5 miliar liter urine. Ini cukup untuk mengisi 4.200 kolam renang ukuran olimpiade.
Hampir semua penduduk dunia menganggap urine sebagai limbah. Padahal, di tangan para peneliti tersebut, urin bisa menjadi energi alternatif yang menjanjikan.
Melalui serangkaian proses pengolahan, dari reaksi kimia yang terjadi pada limbah cair ini, akan dihasilkan hidrogen dan oksigen. Inilah yang kemudian diolah menjadi energi.
Para peneliti mengakui bahwa teknologi ini masih mahal, karena reaksi ini membutuhkan platina mahal saat reaksi karbon terjadi. Mereka berharap, suatu saat bisa mengganti platina dengan bahan karbon lain yang lebih murah, sehingga pengaplikasiannya bisa lebih mudah dan terjangkau.
Selain memanfaatkan urine sebagai sumber energi, para peneliti juga melihat bahwa urin bisa dijadikan baterai. Hal ini masih harus melalui serangkaian penelitian lanjutan.
Teknologi memang mampu mengubah sesuatu yang tidak bermanfaat menjadi bermanfaat. Contohnya urine, yang semula dianggap sebagai limbah, ternyata mampu diubah menjadi sumber energi. Menarik bukan? * Ati- kisuta.com


