Keindahan Spektakuler di Negeri Para Dewa
YUNANI merupakan salah satu negara di dunia yang menjadi incaran para wisatawan. Selain dikenal sebagai negeri dewa, Yunani pun mempunyai keindahan alam yang luar biasa, sehingga mampu menjadi magnet bagi dunia pariwisata mereka.
Salah satu keindahan yang dimiliki Yunani, adalah gugusan pulau dengan pemandangan spektakuler, hingga mampu memanjakan mata wisatawan. Di antara gugusan pulau yang terkenal di Yunani dan mejadi tujuan wisatawan, adalah Santorini.
Pulau yang juga dikenal dengan Thira ini berada di sebelah tenggara Laut Aegean, sekitar 200 km dari daratan Yunani. Santorini merupakan pulau terbesar di antara gugusan kecil pulau-pulau yang merupakan sisa dari letusan Gunung Minoan di Pulau Crete.

Dikutip dari dreamersradio.com, saat Gunung Minoan meletus 3.600 tahun yang lalu, letusan dahsyatnya membentuk kaldera yang indah. Laguna raksasa, berbentuk segi empat dengan ukuran sekitar 12 km x 7 km, dikelilingi pegunungan batu setinggi 300 meter pada ketiga sisinya.
Apabila Anda penasaran dengan kedahsyatat letusan Gunung Minoan, di kota Aktoriti terdapat situs arkeologi utama yang merupakan reruntuhan dari era Minoan. Hal ini tentu menunjang industri primer di Santorini, yaitu pariwisata terutama di musim panas.
Keindahan Pulau Santorini sudah diakui dunia. Tahun 2011, pulau ini menduduki posisi teratas sebagai pulau terindah di dunia versi Travel + Leisure Magazine. Selain itu, tahun 2011 Santorini juga dinobatkan sebagai pulau terbaik di dunia oleh BBC.
Pembangunan di Santorini mulai berdenyut setelah terjadi gempa di dekat Pulau Amorgos tahun 1956. Gempa menyebabkan bangunan di bagian utara Santorini hancur. Setelah gempa, pembangunan besar-besaran terjadi di Santorini.
Selain keindahan alamnya yang terbentuk akibat letusan Gunung Minoan, Santorini juga terkenal dengan winenya. Bagi pencinta wine, tak lengkap bila mengunjungi Santorini tanpa membawa oleh-oleh wine yang menjadi andalan pulau ini.
Yuk kita lihat seperti apa keindahan Pulau Santorini di negeri para dewa ini.* Uma – kisuta.com



