Tak Mampu Bayar Ambulans, Jenazah Bayinya Itu Disumputin di Tas
KEMISKINAN tak membuat Yang Cheng dan istrinya, Lin Sun kehilangan akal. Tak mempunyai uang menyewa mobil ambulans untuk membawa jenazah anaknya ke kampung halaman, pasangan suami istri ini “menyumputkan” jenazah anaknya ke dalam tas travel dan membawanya naik bus.
Dilansir Daily Mail, putri Yang Cheng yang masih berusia dua tahun meninggal dunia karena penyakit tangan, kaki, dan mulut. Bocah cilik ini meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Hefei, Provinsi Anhui, China. Yang Cheng dan istrinya ingin memakamkan putrinya di kampung halaman yang letaknya cukup jauh, yaitu di Quqiu.
Jarak Quqiu yang cukup jauh, menyebabkan biaya sewa ambulans menjadi mahal. Yang Cheng dan istrinya tidak mempunyai uang untuk membayar sewa ambulans.
Akhirnya pasangan suami istri ini menemukan jalan keluarnya, yaitu membawa jenazah anaknya menggunakan angkutan umum. Mereka “menyembunyikan” jenazah anaknya di dalam tas travel besar, untuk menghindari kecurigaan penumpang bus.
Usaha Yang Cheng dan istrinya menemui kendala karena pihak keamanan mencurigai isi tas yang dibawa pasangan suami istri itu. Saat melewati alat pemindai, isi tas terdeteksi membawa barang mencurigakan. Ketika mereka disuruh membuka isi tas, betapa terkejutnya petugas keamanan dan penumpang bus, karena ternyata isinya jenazah anak kecil.
Polisi menangkap Yang Cheng dan menanyakan motifnya membawa mayat dalam tas serta dimasukkan ke dalam bus. Ketika mendapat penjelasan mengenai alasan Yang Cheng membawa jenazah anaknya di dalam tas travel, polisi akhirnya membebaskan pasangan suami istri itu.
Akhirnya Yang Cheng bisa membawa jenazah anaknya ke kampung halaman dengan menumpang taksi. Di China memang ada larangan yang berbunyi, "Dilarang mengangkut mayat dalam kendaraan umum, apalagi dengan cara yang tidak bermartabat (memasukkan dalam tas travel). Boleh membawa pulang jenazah ke tempat lain, tetapi tidak di dalam tas dan diletakkan di bagasi".* Uma – kisuta.com


