Rabu, 3 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Masjid Tahtakale, Siprus

Ramadhan Ini Kembali Dibuka, Setelah Ditutup Hampir Setengah Abad

Senin, 30 Juni 2014

BULAN Ramadhan tahun ini menjadi sejarah bagi umat muslim di Nicosia, ibu kota Siprus. Mengapa? Ya, pada bulan Ramadhan 2014 ini, mereka bisa melaksanakan shalat tarawih di Masjid Tahtakale yang selama hampir 50 tahun ditutup oleh pemerintah setempat. Masjid Tahtakale kembali digunakan untuk ibadah oleh umat Islam mulai Selasa 3 Juni 2014.

Masjid Tahtakale ditutup tahun 1963, menyusul terjadinya kerusuhan antarkelompok yang disebabkan pergolakan politik di Siprus yang merupakan wilayah bekas jajahan Inggris itu. Sejak itu komunitas Turki yang merupakan kelompok muslim minoritas, meninggalkan wilayah Tahtakale.

Pergolakan politik yang terjadi di Siprus, menyebabkan negara ini terpecah menjadi dua. Siprus merupakan sebuah pulau kecil yang dulunya adalah bagian dari Daulah Utsmaniyah. Siprus masih hidup damai di bawah kontrol Turki sampai orang-orang Orthodox Yunani melakukan kudeta. Saat ini wilayah di bagian selatan yang bernama Siprus berada di bawah kekuasaan Yunani, sedangkan wilayah di bagian utara yang disebut Republik Turki Siprus Utara sebagai negara yang diakui oleh Turki.

Terlepas dari masalah politik tersebut, dibukanya kembali Masjid Tahtakale menjadi rahmat bagi umat Islam di wilayah itu pada bulan Ramadan tahun ini. "Insya Allah, dengan izin Allah kita bisa memanjatkan doa-doa kita di masjid ini," ungkap Talip Atalay, Grand Mufti Republik Turki Siprus Utara, seperti yang dilansir onislam.net.

Atalay mengaku, terakhir salat di Masjid Tahtakale setengah abad silam. Dan dia melihat sudah ada sejumlah bagian masjid yang hilang selama ditutup. Namun ini tak jadi soal bagi Atalay. "Yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita di sini dan kita bisa beribadah," tuturnya.

Pembukaan kembali Masjid Tahtakale juga dihadiri oleh Pastor Sawas, ajudan Uskup Agung Gereja Ortodoks Yunani, Hrisostomos. Menurut Pastor Sawas, pembukaan kembali Masjid Tahtakale berkat hubungan baik yang kembali terjalin antara kedua Siprus.

"Tujuan dialog antaragama ini adalah untuk mempertahankan kebebasan beragama. Dialog ini membuka jalan untuk berkunjung ke situs-situs agama di kota ini," ujar Pastor Sawas.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya