Terlalu Banyak Tidur Bisa Mengganggu Fungsi Otak
KETIKA berpuasa, biasanya aktivitas sehari-hari mengalami penurunan. Hal ini terkait dengan kondisi tubuh yang lemah, terutama saat siang hari.
Karena alasan lesu, banyak umat Islam yang memilih tidur saat berpuasa. Apalagi tidurnya orang berpuasa menjadi ibadah. Namun, tentunya beribadah lebih baik daripada hanya tidur saat berpuasa.
Terlalu banyak tidur saat berpuasa bukanlah hal yang baik. Bukan hanya saat berpuasa, pada hari-hari biasa pun, terlalu banyak tidur bukanlah hal yang baik. Sebuah penelitian di University of Warwick, Inggris menemukan bahwa tidur kurang dari enam jam dan lebih dari 8 jam sehari berisiko memiliki masalah otak.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Plos One ini juga mengungkapkan, risiko penyakit akibat kebanyakan tidur juga terkait dengan depresi, pengangguran dan miskin sehingga rentan mengalami masalah kesehatan.
Dilansir News, Senin (30/6/2014), sebanyak 9.000 pria dan wanita berusia 50-64 tahun dan 64-89 tahun dilibatkan dalam penelitian tentang dampak negative tidur terhadap risiko melemahnya otak. Menurut salah seorang peneliti, Profesor Francesco Cappuccio, tidur lebih dari delapan jam berisiko terjadinya penurunan fungsi otak.
Sang profesor mengatakan, terdapat perbedaan antara mengoptimalkan tidur dengan tidur berlebihan. Mengoptimalkan tidur terutama pada orang tua, bisa membantu menunda penurunan fungsi otak serta mencegah risiko demensia. Namun, tidur berlebihan atau melebihi waktu ideal, bisa berisiko penurunan fungsi otak.
Pernyataan ini dikuatkan oleh penulis studi tersebut, Dr Michelle Miller yang mengatakan, tidur sebaiknya dilakukan enam sampai delapan jam untuk menghindari risiko obesitas, hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan stroke.
Jadi, sebaiknya Anda jangan menggunakan tidur sebagai alasan untuk bermalas-malasan saat berpuasa. Meskipun berpuasa, aktivitas tetap harus berjalan supaya tubuh tetap fiti, karena terlalu banyak tidur justru membuat tubuh lemas.* Uma/berbagai sumber – kisuta.com


