Segelas Air Zam Zam Saat Berbuka Puasa di Masjid Agung Kauman
KOTA Semarang mempunyai masjid yang menjadi masjid pertama di Jawa yang merupakan penggabungan arsitektur tradisional dan modern. Arsitektur masjid yang juga biasa disebut Masjid Agung Semarang ini mengusung konsep tektonika. Konsep ini mirip dengan struktur rumpang pada bangunan tumpang berpenyangga berpilar lima pada bangunan-bangunan pra Islam di tanah Jawa.
Penggunaan sistem tektonik ini mengarah kepada struktur bangunan yang rigid. Empat sokoguru digantikan dengan pilar pilar bata penopang rangkaian pilar dan balok kayu di atasnya. Pada rangkaian bangunan ini juga dikenal sistem dhingklik yang menopang pilar pilar balok kayu yang lebih kecil di atasnya dan bntuk bangunan itu dan seterusnya.
Sebagai masjid tertua, Masjid Agung Kauman menjadi tujuan umat Islam di Kota Semarang untuk mengisi ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Apalagi masjid yang didirikan pada tahun 1170 Hijriyah atau 1749 Masehi ini menyelenggarakan beragam kegiatan selama bulan puasa.
Salah satu kegiatan adalah menyediakan menu berbuka puasa. Selain takjil berupa kurma, kolak atau es buah, menu yang selalu diburu jemaah, adalah air zam zam. Menurut pengurus masjid, air zam zam yang dibagikan kepada jemaah dijamin keasliannya. Air zam zam didatangkan dari Mekah oleh donatur yang kebanyakan dari kalangan pengusaha. Air zam zam dikirim melalui biro perjalanan yang biasa memberangkatkan jemaah haji dan umrah.
Menarik ya, segelas air zam zam rasanya bisa menghapus rasa lapar dan haus selama berpuasa. Kapan lagi merasakan kesegaran air zam zam selama satu bulan penuh? Tertarik? Silakan datang ke Masjid Agung Kauman, Semarang yang terletak di Jalan Alun-alun Barat, Semaran.* Uma – kisuta.com


