Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Hati-hati Simpan Selfie Bugil di Ponsel, tak Bisa Dihapus!

Minggu, 13 Juli 2014

SELFIE sedang menjaid tren di dunia. Bukan hanya anak-anak gaul dan artis saja yang melakukannya, namun nyaris seluruh lapisan masyarakat melakukannya. Termasuk para kepala negara dari berbagai negeri, tertular kebiasaan selfie.

Bagi Anda yang gandrung selfie, sebaiknya berhati-hati jika melakukan selfie dengan gaya yang nyerempet-nyerempet bahaya. Misalnya selfie dengan pose tanpa busana. Mengapa? Karena saat ini ada teknologi yang bisa memunculkan foto-foto yang telah dihapus.

Penasaran kan? Baru-baru ini, BBC memberitakan, orang-orang yang suka berfoto selfie tanpa busana, harus lebih hati-hati menyimpan foto-fotonya di telepon seluluer (ponsel). Anda harus meyakini bahwa ponsel Anda tak akan berpindah tangan. Apabila ponsel sampai berpindah tangan, ada kemungkinan foto-foto Anda bisa dimunculkan kembali.

Saat ini ada software yang bisa melacak foto-foto yang sudah dihapus di dalam ponsel. Perusahaan keamanan maya, Avast, menyatakan, melalui perangkat lunak ini, foto-foto yang telah dihapus dari ponsel bisa dilacak dan dimunculkan kembali. Bahkan ketika semua data dalam ponsel telah dihapus dengan menekan tombol factory reset.

Melalui alat-alat keamanan forensik yang tersedia untuk umum, Avast mencoba mengekstraksi gambar dari ponsel bekas yang dibeli di eBay. Data lain yang bisa diambil termasuk e-mail, pesan teks, dan pencarian Google.

Menurut para ahli, satu-satunya cara untuk benar-benar menghapus data adalah, menghancurkan ponsel yang berisi foto-foto tersebut. Mereka mengungkapkan, opsi factory reset yang tersedia pada kebanyakan smartphone tak banyak membantu untuk menghapus dan me-reset perangkat, kembali ke keadaan sistem aslinya. Ponsel ini, kata mereka, hanya menghapus pengindeksan data, bukan data itu sendiri, yang berarti gambar, e-mail, dan pesan teks dapat dipulihkan dengan relatif mudah.

Perusahaan mengklaim bahwa lebih dari 40 ribu foto yang terhapus berhasil diekstrak dari 20 ponsel yang dibeli dari eBay--lebih dari 750 adalah perempuan dalam berbagai pose tanpa busana. "Menghapus file dari ponsel Android Anda sebelum menjual atau memberikan begitu saja, tidak cukup untuk mengamankan data Anda, karena bisa dimunculkan kembali," demikian pernyataan perusahaan.

Mengomentari temuan Avast, Google menganjurkan pada semua pengguna untuk mengaktifkan enkripsi pada perangkat mereka sebelum melakukan factory reset untuk memastikan file tidak dapat diakses. Fitur ini, kata Google, telah tersedia selama tiga tahun.

Analis keamanan komputer independen, Graham Cluley, mengatakan, jika pengguna serius tentang privasi dan keamanan, mereka harus memastikan perangkat selalu "dilindungi dengan PIN atau passphrase, dan bahwa data dienkripsi". Namun Alan Calder, pendiri cybersecurity dan manajemen risiko perusahaan IT Governance, mengatakan kepada BBC bahwa menghapus data, bahkan setelah dienkripsi, tidak akan cukup untuk benar-benar melindungi data Anda.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya