Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Idiiih...

Geng Wanita Pencopet di Masjidil Haram Itu Tinggal di Hotel Mewah

Kamis, 17 Juli 2014

MESKI termasuk tempat paling suci bagi umat muslim sejagat, namun Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah tidak bebas dari pencopet, pencuri, dan bahkan perampok. Para pelaku kriminal itu seperti tidak takut dengan hukuman potong tangan yang berlaku di Arab Saudi.

Kepolisian Mekah mengakui pencopet banyak beroperasi di dalam Masjidil Haram, termasuk di muka Kabah. Untuk mengatasi masalah serius ini, mereka telah menempatkan 750 kamera pengintai di lantai bawah tanah, lantai dasar, atap, halaman masjid, dan daerah tawaf.

Di Masjidil Haram, pencopet beraksi di sekitar Kabah saat tawaf, karena di tempat-tempat tersebut para jamaah haji berdesak-desakan sehingga memuluskan pencopet menggasak harta jamaah. Mereka menggunakan senjata tajam kecil, seperti silet, untuk menyobek kantong. Para pencopet ini juga berkeliaran di Masjid Nabawi.

Di antara pencopet yang banyak berkeliaran di Masjidil Haram, ada geng pencopet yang anggotanya semua perempuan. Aksi mereka terbongkar setelah anggota geng ditangkap oleh petugas keamanan di Masjidil Haram. Laman Arab News, Senin (14/7/2014, memberitakan, ketiga pencopet nekad ini dibekuk petugas keamanan Masjidil Haram. Setelah ditangkap, para pencopet itu diinterogasi oleh petugas dari Departemen Penyelidik Kriminal Saudi.

Departemen Penyelidik Kriminal Saudi menerima laporan kasus pencopetan di dalam Masjidil Haram dan lingkungan di sekitarnya. Petugas kemudian segera membentuk satuan tugas dan akhirnya berhasil membekuk para pencopet ini.

Anggota geng copet perempuan ini tinggal di hotel mewah berbintang lima di dekat Masjidil Haram. Saat melakukan penyelidikan, petugas menemukan sejumlah uang. Setidaknya uang 44 ribu riyal Saudi, 300 euro, US$ 720, 715 dolar Yordania, 460 dirham UEA. Selain itu, juga 720 dirham Maroko, berhasil disita dari para pencopet kelas atas ini. Tak hanya uang, petugas juga menyita delapan telepon genggam, dua kartu telepon prabayar, satu kamera digital, dua cincin emas dan emas campuran.

Menurut hasil penelitian dua tahun lalu oleh Mahmud Kasnawi dari Isntitut Riset Haji, tiap pencopet di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memiliki motif berbeda. Seperempat dari mereka mengaku memang itu pekerjaannya, 17 persen pencopet ternyata jamaah haji dan umrah, serta sisanya lantaran iseng.

"Banyak warga negara miskin beruntung naik haji tapi uang mereka pas-pasan dan tidak punya untuk beli oleh-oleh. Mereka mencopet untuk menyenangkan keluarga di kampung halaman," kata Kasnawi.

Dari penelitian Kasnawi, diketahui bahwa kebanyakan pencopet berkebangsaan Mesir dan sisanya dari negara lain dan seperempatnya adalah penduduk setempat.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya