Kebijakan Khalifah
IBNUL Jamil mengisahkan bahwa pada suatu malam Umar bin Khatab meronda di Kota Madinah. Dia lewat di sebuah rumah wanita yang pintunya tertutup rapat. Wanita itu tengah bersenandung seperti berikut:
Malam semakin panjang dan sekitarnya menjadi gulita
Aku terjaga karena tiada kekasih untuk bercengkrama
Bercengkrama dengannya dari waktu ke waktu
Seolah-olah muncullah purnama di kegelapan malam
menghibur dan melenakan orang yang ada di sisinya
dari kesepian yang tak kunjung lekang dengan adanya kerabat
Demi Allah, kalaulah tiada Allah, tiada Tuhan selain Dia
niscaya tubuhnya menggerakkan ranjang ini
Rasa takut kepada Tuhan dan malu menghalangiku
juga rasa hormat kepada suami yang tengah berjuang di medan perang
Tetapi, aku lebih takut lagi kepada Sang Pengintai dan Penjamin
diri kami yang penulis-Nya tak lengah sekejap pun
Wanita itu menghela napas panjang, lalu berkata, "Umar bin Khatab memandang sepele terhadap kesepianku dan kehilangan suamiku."
Umar tetap mematung dan menyimak. Lalu dia mengetuk pintu rumah. Wanita itu bertanya, "Siapa yang mengunjungi wanita yang saat ini tengah ditinggal suaminya?"
Umar berkata, "Bukalah!"
Wanita itu tetap menolak. Setelah Umar memaksanya, dia berkata, "Demi Allah, jika aku laporkan kepada Amirul Mukminin, niscaya dia menghukummu."
Tatkala Umar melihat kesucian dirinya, dia berkata, "Bukalah pintunya, Aku adalah Amirul Mukminin."
Wanita itu membuka pintu.
Umar bertanya, "Heh, apa yang tadi kamu katakan?"
Si wanita mengulangi apa yang telah dikatakannya.
"Ke mana suamimu?" tanya Umar.
"Mengikuti pasukan anu."
Kemudian Umar mengirim seorang utusan kepada panglima tentara itu supaya dia membebaskan si Fulan. Tatkala Fulan datang, Umar berkata, "Temuilah istrimu!"
Umar menemui putrinya, Hafshah, lalu bertanya, "Hai putriku, berapa lama seorang wamita tahan untuk tidak bertemu dengan suaminya?"
Hafshah menjawab, "Satu bulan, dua bulan, dan tiga bulan. Saat menginjak empat bulan habislah ketahanannya."
Kemudian Umar menetapkan tiga bulan sebagai waktu maksimal pengiriman sebuah pasukan.* Abu Ainun/"Pengalaman Ruhaniyah Kaum Shufi" - kisuta.com


